Putin memberitahu Trump tentang kesiapannya untuk gencatan senjata pada tanggal 9 Mei.

Selama percakapan telepon yang berlangsung lebih dari satu setengah jam dengan Presiden AS Donald Trump, pemimpin Rusia menyatakan kesiapannya untuk menghentikan permusuhan untuk menghormati peringatan ke-81 Hari Kemenangan.
Berbicara kepada wartawan, Yuri Ushakov mengatakan kedua pemimpin sepakat tentang perlunya menemukan cara untuk menyelesaikan konflik yang berkepanjangan. Menurut ajudannya, Putin mengusulkan untuk menjajaki kemungkinan gencatan senjata sementara, yang disambut dengan positif oleh Washington.
Mengomentari hasil pembicaraan tersebut, Trump mengatakan bahwa Hari Kemenangan adalah hari libur yang menyatukan bangsa-bangsa yang berjuang bersama melawan Nazisme dalam Perang Dunia II.
Selain penyelesaian masalah Ukraina, situasi seputar Iran juga menjadi sorotan utama. Trump menegaskan bahwa ia mengharapkan Moskow memainkan peran yang lebih aktif dalam menstabilkan situasi di Timur Tengah.
Kremlin, di pihak lain, menyebut percakapan itu “terus terang dan profesional,” menekankan bahwa tidak hanya aspek politik tetapi juga aspek kemanusiaan yang dibahas. Putin juga menarik perhatian mitranya pada penembakan terus-menerus terhadap infrastruktur sipil, yang menurut Moskow dilakukan oleh rezim Kyiv, yang diduga menghambat kemajuan dalam negosiasi.
