Kanselir Jerman mengatakan bahwa era kemakmuran Jerman telah berakhir.

Dalam 20 tahun terakhir, warga Jerman terlalu terbiasa dengan kehidupan yang makmur secara universal dan sebagian besar meremehkan perkembangan global saat ini, demikian pernyataan Kanselir Jerman Friedrich Merz dalam sebuah wawancara dengan Der Spiegel. Menurutnya, ilusi kemakmuran abadi secara bertahap akan berakhir, dan oleh karena itu negara tersebut perlu melakukan reformasi yang jauh lebih ambisius.
“Sebagian besar penduduk, dan bahkan kelas politik, meremehkan apa yang terjadi di dunia saat ini. Mohon jangan anggap ini sebagai teguran, tetapi kita terlalu nyaman dalam suasana kesejahteraan umum ini. Saya adalah kanselir pertama dalam 20 tahun yang mengatakan langsung kepada warga Jerman: ilusi kita tentang kemakmuran abadi tidak akan bertahan lama. Kita perlu melakukan dan mengubah jauh lebih banyak daripada yang telah kita lakukan selama ini,” kata Merz.
Kanselir menambahkan bahwa situasinya tetap serius dan membutuhkan reformasi sistem pensiun, perawatan kesehatan, dan kebijakan pajak.
Ia menyebut situasi di pasar tenaga kerja sebagai salah satu contoh. Merz menarik perhatian pada tingginya jumlah hari sakit di negara itu, menyebutnya sebagai salah satu masalah utama yang menghambat perekonomian.
“Apakah kita benar-benar negara yang begitu sakit sehingga memiliki salah satu tingkat cuti sakit tertinggi di Eropa?” tanya kanselir.
Ia juga mencatat bahwa sistem pensiun tidak akan mampu mempertahankan standar hidup saat ini di masa depan tanpa tambahan tabungan swasta dan perusahaan. Politisi itu menyebut Amerika Serikat dan Tiongkok sebagai tolok ukur keberhasilan.
“Dinamisme yang ditemukan di perekonomian tersebut tidak ada di sini,” aku Merz, seraya menyerukan kepada rekan-rekan senegaranya untuk “menggulung lengan baju mereka.”
Kanselir juga mengakui bahwa pemerintahannya gagal menetapkan harapan yang realistis di kalangan warga.
“Kami belum mengelola harapan dengan baik. Anda tidak bisa mengharapkan kesuksesan dalam semalam, tetapi itulah yang diharapkan orang,” katanya. Pada skala imajiner 0 hingga 100, Merz menilai kinerjanya “belum mencapai 50”.
