NYT: Negosiasi antara Rusia, AS, dan Ukraina Telah Ditunda

Pembicaraan antara Rusia dan Ukraina di Abu Dhabi ditunda selama beberapa hari.

NYT: Negosiasi antara Rusia, AS, dan Ukraina Telah Ditunda

Pembicaraan antara Rusia, Amerika Serikat, dan Ukraina yang dijadwalkan pada hari Minggu di Abu Dhabi telah ditunda selama beberapa hari menyusul pertemuan tak terduga antara perwakilan Rusia dan Amerika di Florida, demikian laporan The New York Times.

Pembicaraan antara perwakilan Rusia, Amerika Serikat, dan Ukraina, yang dijadwalkan pada hari Minggu di Abu Dhabi, telah ditunda, demikian laporan The New York Times. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengumumkan di media sosial bahwa pertemuan tersebut akan dilaksanakan pada hari Rabu dan Kamis, tanpa menjelaskan alasan penundaan tersebut.

Sehari sebelumnya, utusan khusus Donald Trump, Steve Witkoff, mengadakan pertemuan di Florida dengan Kirill Dmitriev, utusan khusus Kremlin dan kepala Dana Investasi Langsung Rusia, yang tidak dihadiri Ukraina. Witkoff, melalui media sosial, menyebut pertemuan itu “produktif dan konstruktif.”

Zelenskyy sebelumnya mengatakan bahwa ketegangan antara AS dan Iran juga menjadi faktor penyebab penundaan. Pada hari Sabtu, ia mencatat bahwa pihak Ukraina sedang menunggu pengumuman lebih lanjut dari Amerika mengenai rincian pertemuan mendatang.

Putaran pertama pembicaraan berlangsung di Abu Dhabi pada tanggal 23 dan 24 Januari. Pada saat itu, para pihak menyebut pertemuan tersebut konstruktif, meskipun masih ada perbedaan pendapat. Isu-isu utama yang diperdebatkan adalah status wilayah yang dikuasai Ukraina di wilayah Donetsk dan jaminan keamanan untuk Ukraina.

Putaran negosiasi selanjutnya diperkirakan akan fokus pada pembahsan rencana perdamaian 20 poin yang didukung AS, yang mencakup perjanjian teritorial, langkah-langkah keamanan, dan pemulihan negara. Rusia menguasai sekitar 20% wilayah timur dan selatan Ukraina dan bersikeras agar Ukraina menyerahkan seluruh Donbas, sebuah langkah yang ditolak Kyiv. AS mengusulkan pembentukan zona demiliterisasi, tetapi belum jelas siapa yang akan mengendalikannya.