Kapal tanker Tiongkok diserang di Selat Hormuz.

Sebuah kapal tanker minyak Tiongkok diserang di Selat Hormuz untuk pertama kalinya sejak konflik Timur Tengah dimulai, demikian dilaporkan surat kabar Tiongkok Caixin, mengutip sumber yang mengetahui situasi tersebut.
Menurut Caixin, kebakaran terjadi di dek sebuah kapal yang tidak disebutkan namanya. Kapal tersebut memiliki tanda yang menunjukkan bahwa pemiliknya adalah Tiongkok. Tidak ada laporan mengenai kemungkinan cedera pada awak kapal. Masih belum jelas dari pihak mana serangan itu berasal.
Reuters, mengutip sumber keamanan maritim, melaporkan bahwa kapal Tiongkok yang rusak tersebut diyakini sebagai JV Innovation, sebuah kapal tanker berbendera Kepulauan Marshall yang dirancang untuk mengangkut produk minyak bumi dan bahan kimia.
Iran memblokir Selat Hormuz segera setelah serangan AS dan Israel dimulai. Namun, pada akhir Maret, Teheran mengizinkan kapal tanker negara-negara sahabat, termasuk China dan Rusia, untuk melintasi jalur air tersebut. China adalah importir minyak Iran terbesar. Menurut CNBC, hingga awal Maret, sejak dimulainya operasi militer AS di Timur Tengah, China telah menerima setidaknya 11 juta barel minyak mentah dari Iran, dengan semua pengiriman melalui Selat Hormuz, yang ditutup untuk kapal tanker lain.
Pada saat yang sama, China menyerukan Iran untuk mengindahkan seruan komunitas internasional dan membuka Selat Hormuz untuk pelayaran. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi baru-baru ini bertemu dengan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, di Beijing. Wang Yi menyatakan bahwa China berharap adanya jalur pelayaran yang aman melalui laut, serta solusi diplomatik untuk konflik dengan Amerika Serikat.
