Pengadilan Suriah Telah Menjatuhkan Hukuman Mati kepada Mantan Presiden Bashar al-Assad

Bashar al-Assad telah dijatuhi hukuman mati di Suriah, di mana mantan presiden itu dinyatakan bersalah atas kejahatan terhadap kemanusiaan.

Pengadilan Suriah Telah Menjatuhkan Hukuman Mati kepada Mantan Presiden Bashar al-Assad

Pengadilan Suriah menjatuhkan hukuman mati kepada mantan Presiden Bashar al-Assad secara in absentia, karena dinyatakan bersalah atas kejahatan terhadap kemanusiaan, lapor kantor berita pemerintah Suriah, Syrian Arab News Agency (SANA).

“Pengadilan menyatakan Bashar Hafez al-Assad bersalah atas pembunuhan berencana terhadap lebih dari satu orang dan anak-anak, serta penyiksaan, penangkapan sewenang-wenang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan, dan menjatuhkan hukuman mati kepadanya,” bunyi pesan tersebut.

Hukuman mati juga dijatuhkan kepada sepupunya, mantan Jenderal Atef Najib, yang dituduh melakukan penindasan dan penyiksaan.

Assad melarikan diri dari Suriah setelah jatuhnya pemerintahannya pada Desember 2024. Ia telah berkuasa di Suriah sejak tahun 2000 dan menjabat sebagai presiden setelah kematian ayahnya, Hafez al-Assad. Setelah oposisi merebut kekuasaan di Suriah pada akhir tahun 2024, Assad, bersama anggota keluarganya dan lingkaran dalamnya, menerima suaka di Rusia.

Pada bulan Oktober tahun itu, pemimpin oposisi dan presiden sementara Ahmed al-Sharaa mengunjungi Moskow untuk melakukan pembicaraan mengenai pemulihan hubungan Rusia-Suriah. Reuters melaporkan pada saat itu bahwa tuntutan Damaskus untuk ekstradisi Assad mungkin menjadi salah satu topik pertemuan tersebut.

Sejak mantan pemimpin Suriah itu pindah ke Rusia, media Barat telah berulang kali melaporkan kehidupannya di Moskow.

Surat kabar Jerman Zeit , mengutip sumber yang dekat dengan keluarga, mengklaim bahwaAssad menetap bersama kerabatnya di Kota Moskow dan menghabiskan banyak waktu bermain gim daring. Kemudian, publikasi Inggris The Guardian melaporkan bahwa mantan presiden tersebut, yang berprofesi sebagai dokter spesialis mata, melanjutkan pendidikan kedokterannya dan mempelajari bahasa Rusia.