Drone Inggris mungkin telah mengirimkan informasi rahasia ke China.

Menurut laporan The Telegraph, yang mengutip sumbernya sendiri di Kementerian Pertahanan Inggris, kamera pada drone permukaan (USV) Angkatan Laut Kerajaan Inggris mengirimkan data teknis ke alamat IP yang terdaftar di China.
Drone-drone tersebut dipasok oleh Kraken Technology Group, sebuah kontraktor pertahanan besar Inggris, yang membeli kamera-kamera tersebut dari pemasok pihak ketiga yang menjamin keamanannya. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, terungkap bahwa kamera K3 Scout tersebut berisi komponen buatan China, dan kamera itu sendiri mengirimkan data status sistem ke server di China.
Setelah menemukan masalah tersebut, Kementerian Pertahanan Inggris segera memutuskan sambungan drone dari internet.
Publikasi itu turut mengungkap kekhawatirannya atas penggunaan drone tersebut di dekat area pertemuan pejabat tinggi pasukan khusus. Pasalnya, kamera pada drone tersebut tetap merekam meskipun perangkat utamanya telah dinonaktifkan.
Drone pengintai K3 telah digunakan oleh Skuadron Pasukan Pesisir dan 47 Komando Marinir Kerajaan sejak bulan Maret.
Namun, Kementerian Pertahanan mengklaim bahwa tidak ada informasi yang bocor setelah penemuan tersebut.
