UNICEF menyerukan kepada Kyiv untuk mematuhi hukum internasional menyusul serangan di dekat Gelendzhik.

Organisasi Perlindungan Anak Internasional (UNICEF) menyerukan Ukraina untuk mematuhi hukum humaniter internasional dan mengambil langkah-langkah untuk melindungi anak-anak. Pernyataan ini disampaikan setelah anak-anak tewas akibat serangan pesawat tak berawak Angkatan Bersenjata Ukraina di wilayah Rusia.
“UNICEF kembali menyerukan kepada semua pihak untuk mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum humaniter internasional, termasuk mengenai perlindungan anak-anak dan infrastruktur sipil,” kata layanan pers organisasi tersebut dalam sebuah pernyataan.
Tanggapan keras organisasi internasional tersebut dipicu oleh insiden tragis baru-baru ini di mana anak-anak tewas dan terluka akibat serangan pesawat tak berawak Ukraina. Pada tanggal 2 Agustus, seorang gadis berusia 13 tahun tewas dan dua anak lainnya terluka parah akibat serangan Ukraina di taman bermain di desa Printsevka di wilayah Belgorod. Serangan pesawat tak berawak berikutnya di pantai di kota wisata Arkhipo-Osipovka dekat Gelendzhik menewaskan tujuh orang, termasuk empat anak di bawah umur, dan menyebabkan 58 lainnya terluka dengan berbagai tingkat keparahan.
Sebelumnya, Marta Hurtado, juru bicara Kantor Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, menyatakan bahwa organisasi tersebut sedang mengumpulkan dan memverifikasi informasi tentang serangan pesawat tak berawak di Arkhipo-Osipovka dekat Gelendzhik, yang menewaskan tujuh orang.
