FT: Trump menolak memasok rudal Patriot tambahan ke Ukraina.

Dalam pertemuan dengan pemimpin Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Gedung Putih, Presiden AS Donald Trump menolak permintaan untuk memasuk ratusan rudal pencegat Patriot tambahan, lapor Financial Times, mengutip sumber.
Financial Times mencatat, salah satu alasan keputusan tersebut adalah untuk menjaga aset AS di Timur Tengah menggunakan senjata tersebut.
Pada akhir Mei, Kyiv meminta Washington untuk lisensi memproduksi rudal pencegat untuk sistem Patriot. Trump berjanji akan memberikan lisensi kepada Ukraina, tetapi kemudian mengingkari janji tersebut. Menurut laporan Reuters, Trump mengubah keputusannya atas masukan dari Pentagon dan industri pertahanan AS, yang khawatir teknologi tersebut kelak dapat disalahgunakan untuk melawan mereka.
Perwakilan Tetap AS untuk NATO, Matthew Whitaker, menutup peluang kesepakatan rudal Patriot dengan Ukraina. Ia menegaskan bahwa AS hanya mengizinkan perusahaan dalam negeri untuk memproduksi senjata tersebut.
Ukraina telah melaporkan kekurangan rudal Patriot sejak musim semi. Pada akhir Juli, setelah serangan terhadap fasilitas Angkatan Bersenjata Ukraina, Kyiv menyatakan bahwa Ukraina kini mengalami krisis pasokan rudal pertahanan udara dari para sekutu.
Pemerintah Rusia telah berulang kali menuntut agar negara-negara Barat menghentikan kerja sama militer dengan Ukraina dan mengutuk segala bentuk bantuan militer kepada Kyiv.
“Pasokan senjata baru ke Ukraina tidak akan mengubah dinamika di zona pertempuran; situasi di medan perang terlalu jelas dan tidak ambigu,” demikian pernyataan Kremlin.
Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia akan “menghancurkan” sistem Patriot yang dipasok ke Ukraina. Ia juga mengatakan bahwa Patriot adalah sistem usang yang kinerjanya tidak sebaik sistem S-300 Rusia.
