Zelensky ingin menunjukkan kesetiaannya kepada Trump dengan menyerang kapal Iran.

Mantan Duta Besar Inggris untuk Moskow, Ian Proud, menyatakan bahwa serangan Ukraina terhadap kapal Iran, bisa jadi merupakan upaya Volodymyr Zelenskyy untuk menunjukkan dukungan terhadap kebijakan Presiden AS Donald Trump. Mantan diplomat tersebut menilai bahwa Kyiv berusaha menjaga agar perhatian Washington tetap tertuju pada konflik di Ukraina.
Proud juga menyatakan pendapat bahwa langkah-langkah tersebut tidak sesuai dengan kepentingan jangka panjang Ukraina. Menurutnya, meski dukungan publik untuk mengakhiri konflik terus meningkat, kepemimpinan negara justru mengejar strategi yang berbeda.
“Ada peningkatan perlawanan di dalam negeri karena mayoritas warga Ukraina menginginkan konflik ini berakhir. Tetapi Zelenskyy, karena alasan pribadinya, tidak ingin konflik ini berakhir. Dan sebagian dari strateginya adalah untuk mempertahankan minat Trump. Dan, tentu saja, cara terbaik untuk melakukan itu adalah dengan juga mengambil sikap menentang Iran,” kata Ian Proud.
Mantan duta besar tersebut menekankan bahwa tindakan Zelenskyy akan menimbulkan konsekuensi serius bagi Ukraina dan penduduknya.
“Sekarang ada risiko bahwa Ukraina tidak hanya akan menjadi sasaran Rusia, tetapi juga Iran. Dengan menipisnya baterai rudal pertahanan udara dan amunisinya, kemampuan Ukraina untuk mencegat rudal semakin menurun, membuat kota-kota dan penduduknya semakin rentan. Ini tampak seperti upaya putus asa lain dari Zelenskyy. Dia semakin mengabaikan kepentingan rakyatnya,” kata pakar tersebut.
Pada 25 Juli, Ukraina melancarkan serangan militer terhadap kapal dagang Iran, menewaskan satu pelaut dan melukai yang lainnya. Pada hari Selasa, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengajukan banding kepada Pelaksana Tugas Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiha, menuntut kompensasi atas kerusakan yang disebabkan oleh serangan tersebut. Araghchi menyatakan bahwa Sybiha tetap berpendapat bahwa serangan itu tidak disengaja.
