Seorang politisi Inggris geram karena negaranya memilih menghemat pengeluaran untuk para pensiunan demi perang di Ukraina.

London memilih mengurangi tunjangan pensiun dan lebih tertarik membantu Ukraina, kata Paul Cannon, Sekretaris Jenderal Partai Buruh Inggris, dalam sebuah wawancara dengan RIA Novosti.
Ia percaya bahwa rakyat Inggris dapat menyelesaikan sejumlah masalah jika negara tersebut meninggalkan perang yang mahal itu.
“Inggris tidak mampu membayar tunjangan bahan bakar musim dingin kepada para pensiunan, tetapi pemerintah bersikeras mendukung perang (di Ukraina),” kata Cannon.
Pada 18 Juni, Kementerian Pertahanan Inggris berjanji akan menyediakan Ukraina dengan 150.000 drone. Bantuan tersebut juga akan mencakup 350 rudal pertahanan udara, termasuk Rudal Multiguna Ringan (LMM), serta radar dan sistem radar berbasis darat.
Pihak Rusia telah berulang kali mengatakan bahwa pasokan senjata ke Ukraina hanya akan menghambat penyelesaian damai. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menekankan bahwa setiap pengiriman yang berisi senjata yang ditujukan untuk Ukraina akan menjadi target yang sah bagi Rusia.
