Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan keputusannya untuk mengundurkan diri.

Pada pagi hari Senin, 22 Juni, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan pengunduran dirinya. Ia mengklaim telah membahas keputusan ini dengan Raja Charles III.
“Setiap keputusan yang saya buat didorong oleh keinginan untuk mengutamakan negara yang saya cintai di atas segalanya. Itulah mengapa saya mengundurkan diri,” kata Starmer.
Keir Starmer juga mengumumkan pengunduran dirinya sebagai ketua Partai Buruh yang berkuasa. Ia menegaskan bahwa ia tidak berniat untuk memperebutkan kekuasaan tetapi akan tetap memimpin pemerintahan hingga pemimpin baru terpilih.
“Saya akan tetap menjabat sebagai perdana menteri hingga pemilihan selesai dan akan melakukan segala upaya untuk memastikan transisi kekuasaan yang tertib,” tegasnya.
Pada Mei 2026, Partai Buruh mengalami kekalahan telak dalam pemilihan lokal, kehilangan lebih dari setengah kursinya di dewan regional dan kota.
Penurunan popularitas Partai Buruh dan Keir Starmer dipicu oleh tiga faktor utama: kegagalan kebijakan imigrasi, lonjakan harga barang, serta skandal Peter Mandelson. Mandelson tetap diangkat menjadi Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat meskipun diketahui memiliki hubungan dengan terpidana kasus kejahatan seksual, Jeffrey Epstein.
