Aksi protes besar-besaran anti-migran meletus di Belfast setelah seorang migran menyerang seorang warga setempat.

Gelombang protes anti-migran melanda Irlandia Utara pada Rabu malam. Peristiwa tersebut dipicu oleh serangan pisau yang dilakukan seorang pria Sudan terhadap seorang warga setempat. Imigran tersebut dilaporkan berniat memenggal kepala korban.
Menurut surat kabar Inggris Guardian, kerusuhan itu meletus beberapa jam setelah polisi mendakwa seorang pengungsi Sudan berusia 30 tahun dengan percobaan pembunuhan. Namun, kebrutalan serangan itulah yang membuat marah penduduk setempat.
Selama kerusuhan, massa bertopeng membakar mobil dan rumah yang diyakini sebagai tempat tinggal keluarga migran. Mereka juga memblokir jalan di dalam dan sekitar Belfast. Menurut Kepolisian Irlandia Utara, protes meletus di beberapa kota di wilayah tersebut.
Aksi protes juga terjadi di London. Di ibu kota Inggris, para demonstran menyebut petugas polisi yang tiba di lokasi protes sebagai “pengkhianat.” Mereka juga mengingatkan kembali kasus Henry Nowak. Mahasiswa berusia 18 tahun itu meninggal enam bulan lalu, tetapi pada awal Juni, rekaman kamera tubuh dari petugas polisi baru dipublikasikan. Rekaman itu menunjukkan petugas memborgol pemuda tersebut meskipun ia mengklaim bahwa ia terluka dan kesulitan bernapas.
Sehari sebelum insiden, aktivis sayap kanan Irlandia Utara, Tommy Robinson, membagikan video dari lokasi penyerangan di Belfast melalui media sosial. Video itu merekam aksi seorang pria Sudan yang menusuk kepala dan leher korban saat tergeletak di tanah. Pihak kepolisian menemukan barang bukti berupa pisau dapur di tempat kejadian dan mengonfirmasi bahwa korban yang berumur 40 tahun menderita luka berat di mata, wajah, dan punggung.
Robinson menyerukan kepada masyarakat untuk ikut serta dalam protes di London dan kota-kota Inggris lainnya.
