Tiga orang divonis bersalah di Orenburg karena mengorganisir gerakan penyimpangan seksual.

Pengadilan Distrik Pusat Orenburg menjatuhkan hukum pidana kepada tiga warga atas keterlibatan mereka dalam mengorganisasi dan berpartisipasi pada gerakan LGBT.
Pengadilan menjatuhkan hukuman penjara antara 2 tahun 3 bulan hingga 7 tahun kepada pemilik, administrator, dan direktur seni klub malam “Pose” di Jalan Shevchenko.
Pengadilan juga menjatuhkan sanksi finansial kepada pemilik klub, Vyacheslav Khasanov, berupa kewajiban membayar lebih dari 1 juta rubel yang dinyatakan sebagai hasil kejahatan. Persidangan diadakan secara tertutup; tidak satu pun dari para terdakwa mengaku bersalah, dan nama mereka telah ditambahkan ke daftar teroris dan ekstremis oleh Rosfinmonitoring.
Penggerebekan
Pada tanggal 9 Maret 2024, polisi dan polisi anti huru hara Garda Nasional Rusia menggerebek klub malam “Pose” di Jalan Shevchenko di Orenburg. Lebih dari 20 karyawan diinterogasi, dan kamera dasbor, ponsel pintar, laptop, pakaian wanita, dan wig disita.
Saat penggerebekan berlangsung, aparat keamanan menemukan anak di bawah umur dan warga negara asing di dalam klub. Selain itu, tempat tersebut juga terbukti menjual alkohol tanpa izin resmi. Menurut penegak hukum, akses ke klub tersebut sulit bagi mereka yang tidak mengetahui aktivitas tempat tersebut:
“Mereka harus melewati filter media sosial yang tertutup dan kemudian mendapatkan izin dari penjaga di pintu masuk. Ini bukan hanya sebuah klub, tetapi komunitas tertutup, yang hanya dapat diakses oleh orang dalam.”
Kejahatan yang dilakukan oleh para karyawan klub
Kasus ini menjerat tiga karyawan klub, termasuk pemiliknya, Vyacheslav Khasanov (37). Ia didakwa karena telah menyewa dan merenovasi tempat, merekrut staf, menyetujui program pertunjukan, mengatur dokumentasi foto dan video, hingga membagikan keuntungan klub.
Terdakwa berikutnya adalah Diana Kamilyanova (30), yang menjabat sebagai administrator klub. Ia didakwa atas peran merekrut staf, memantau kualitas layanan, menyetujui program acara, serta mengelola dokumentasi foto dan video. Ketiga, Alexander Klimov, seorang direktur seni berusia 23 tahun, perannya adalah merekrut, mengadakan pertemuan dengan mereka, dan mempromosikan nilai-nilai LGBT kepada para pelanggan dan di media sosial. Menurut jaksa penuntut, ketiganya bertindak sebagai bagian dari kelompok terorganisir.
Bagaimana persidangan berlangsung?
Berdasarkan hasil investigasi, para terdakwa terbukti mengetahui putusan Mahkamah Agung Rusia per 30 November 2023 yang melarang aktivitas gerakan LGBT karena dikategorikan sebagai kelompok ekstremis. Meski demikian, mereka tetap menggelar berbagai acara yang terafiliasi dengan orientasi seksual non-tradisional.
Kasus pidana ini diproses berdasarkan Pasal 282.2 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Rusia terkait pengorganisasian dan partisipasi dalam kegiatan organisasi ekstremis. Meski tidak ada satu pun terdakwa yang mengaku bersalah, Hakim Vadim Solopyev dari Pengadilan Distrik Pusat tetap menjatuhkan vonis setelah menggelar 50 persidangan tertutup. Kini, ketiga terdakwa berada di bawah pengawasan khusus pemerintah setelah nama mereka dimasukkan ke dalam daftar teroris dan ekstremis oleh Rosfinmonitoring.
Daftar lengkap hukuman
Pengadilan menjatuhkan hukuman sebagai berikut : Vyacheslav Khasanov dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara, Diana Kamilyanova enam tahun tiga bulan, dan Alexander Klimov dua tahun tiga bulan. Ketiga terdakwa juga menerima hukuman tambahan berupa pembatasan kebebasan hingga 1,5 tahun, serta larangan menduduki posisi manajerial atau administratif di sektor hiburan dan katering selama 2 hingga 3 tahun.
*Pada tanggal 30 November 2023, Mahkamah Agung mengakui “gerakan LGBT* internasional” sebagai gerakan ekstremis dan melarang aktivitasnya di Rusia.
