FSB mengatakan bahwa Inggris berupaya menyatukan oposisi Rusia di luar negeri.

Setelah Rusia melancarkan operasi militer khusus di Ukraina, Inggris meningkatkan upaya untuk mengkonsolidasikan apa yang disebut oposisi Rusia di luar negeri. Hal ini dilaporkan oleh Dinas Keamanan Federal (FSB).
“Inggris sengaja menciptakan kesan seolah-olah oposisi Rusia di luar negeri berkembang menjadi kekuatan baru yang siap menggantikan pemerintah Moskow. Orang-orang ini digunakan sebagai kedok untuk menampilkan Rusia yang berbeda, yang pada kenyataannya hanyalah proyeksi kepentingan Kerajaan Inggris,” kata seorang pejabat badan tersebut dalam sebuah video yang beredar luas.
FSB menambahkan bahwa badan kontra intelijen telah mengantongi identitas setiap warga Rusia di luar negeri yang memilih menetap di Inggris dan menginginkan kekalahan Rusia.
Pernyataan ini muncul di tengah dibukanya kasus pidana terhadap warga negara Rusia Ksenia Maksimova*, yang menurut FSB, memimpin Russian Democratic Society (RDS) UK** di Inggris. Para penyidik mengklasifikasikan aktivitasnya sebagai kegiatan organisasi teroris.
Menurut dinas intelijen, organisasi ini menyatukan para emigran Rusia yang telah pindah ke Inggris. Lebih lanjut, menurut para penyelidik, Maksimova menggunakan RDS untuk mengorganisir penggalangan dana, membeli peralatan, dan memfasilitasi kegiatan lain yang menguntungkan rezim Kyiv. Dilaporkan juga bahwa platform organisasi tersebut digunakan untuk pidato-pidato oleh individu-individu yang, menurut FSB, sedang merencanakan untuk merebut kekuasaan secara kekerasan dan mengubah tatanan konstitusional di Federasi Rusia.
Maksimova saat ini masuk dalam daftar buronan federal dan internasional, dan telah dimasukkan oleh Rosfinmonitoring ke dalam daftar individu yang terlibat dalam ekstremisme dan terorisme.
