Hari Rusia 2026: Bagaimana Rusia Merayakannya?

Rakyat Rusia merayakan “Hari Rusia.”

Hari Rusia 2026: Bagaimana Rusia Merayakannya?

Hari ini, tanggal 12 Juni, Rusia memperingati Hari Rusia, salah satu hari libur nasional utama yang melambangkan persatuan, perdamaian, dan harmoni bangsa.

Sejarah

Dirayakan sejak tahun 1992, Hari Rusia menjadi salah satu hari libur nasional termuda. Tanggal 12 Juni dipilih untuk memperingati momen diadopsinya Deklarasi Kedaulatan Negara Federasi Rusia oleh Kongres Deputi Rakyat RSFSR pada tahun 1990.

Melalui deklarasi ini, Konstitusi dan hukum Rusia resmi memegang kekuasaan tertinggi. Kedaulatan negara tersebut kemudian diperkuat dengan ditetapkannya nama baru, yakni Federasi Rusia (Rossiya).

Tepat setahun kemudian, pada 12 Juni 1991, Rusia menggelar pemilihan presiden pertama yang dimenangkan oleh Boris Yeltsin. Melalui dekrit presiden pada tahun 1994, Yeltsin menetapkan tanggal tersebut sebagai hari libur nasional dengan nama “Hari Pengesahan Deklarasi Kedaulatan Negara Rusia”. Namun, masyarakat Rusia saat itu lebih akrab menyebutnya sebagai “Hari Kemerdekaan” demi kemudahan.

Nama “Hari Rusia” baru mulai diperkenalkan pada tahun 1998 ketika Yeltsin mengusulkannya dalam pidato televisi. Perubahan nama ini baru diresmikan secara hukum pada 1 Februari 2002 bersamaan dengan berlakunya Kode Tenaga Kerja yang baru.

Bagaimana orang Rusia merayakan Hari Rusia?

Hari Rusia dirayakan dengan berbagai acara meriah, konser, kompetisi, lomba lari estafet, dan flash mob.

Untuk memperkuat identitas nasional, kampanye “Kenakan Pakaian Nasional untuk Hari Rusia” kembali digelar dengan antusiasme yang besar. Mengingat negara ini menjadi rumah bagi lebih dari 160 kelompok etnis, kampanye ini bertujuan memupuk rasa bangga akan keberagaman budaya. Berbagai festival, museum, kompetisi, dan lokakarya turut diselenggarakan untuk memeriahkan hari yang istimewa ini.

Yang paling berprestasi akan diberi penghargaan

Pada peringatan Hari Rusia, Presiden Vladimir Putin menyampaikan ucapan selamat kepada para tokoh terkemuka di seluruh negeri. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menganugerahkan gelar Pahlawan Buruh serta penghargaan negara kepada para tokoh yang berdedikasi di bidang sains, teknologi, sastra, dan seni.

Upacara tersebut berlangsung di Istana Kremlin Agung.

Di antara penerima penghargaan tersebut adalah Seniman Rakyat Rusia Marina Neyolova, Rektor Universitas Negeri Moskow Viktor Sadovnichy, mantan Komisioner Hak Asasi Manusia di Rusia Tatyana Moskalkova, Akademisi Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia Alexei Vasiliev, dan sutradara Andrei Konchalovsky.

Prestasi para leluhur

Presiden Vladimir Putin menegaskan bahwa perayaan Hari Rusia merupakan momen untuk menghormati dedikasi kerja dan pencapaian militer generasi terdahulu.

“Kita memperingati hari besar ini dengan rasa cinta yang mendalam terhadap tanah air, serta kebanggaan atas jasa para leluhur yang telah mengawal sejarah panjang bangsa kita,” ujar Putin dalam upacara penghargaan negara di Kremlin. Ia juga mengapresiasi para penerima gelar Pahlawan Buruh sebagai figur luar biasa yang menjadikan profesi mereka sebagai bentuk pengabdian hidup.

Tuhan selalu bersama Rusia

Dalam pidatonya di Hari Rusia ini, Presiden Rusia dengan yakin mengatakan bahwa Tuhan akan selalu bersama Rusia.

“Baru saja dikatakan bahwa Santo Lukas menanggung cobaan berat karena ia bersama Tuhan. Hari ini adalah Hari Rusia, dan Tuhan Yang Mahakuasa selalu bersama negara kita. Selamat hari raya! Selamat Hari Rusia!” kata kepala negara.

Pemimpin Rusia itu juga mendoakan agar semua orang memiliki mimpi yang dapat mereka raih.

Tidak akan ada yang bisa menghambat kemakmuran Rusia

Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev tidak ketinggalan ikut meramaikan perayaan Hari Rusia. Ia bahkan secara tak terduga mengunggah video yang dihasilkan oleh AI di saluran Telegram-nya, yang menunjukkan dirinya merobek-robek foto-foto politisi yang memusuhi Rusia. Di antara mereka adalah Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Kanselir Jerman Friedrich Merz.

“Tidak ada musuh yang akan menghambat perkembangan dan kemakmuran Tanah Air kita. Selamat Hari Rusia!” tulis politisi Rusia itu.

Foto Merz adalah yang pertama yang masuk ke mesin penghancur, diikuti oleh von der Leyen dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, yang fotonya dengan tenang dihancurkan oleh Medvedev menggunakan mesin penghancur kertas di kantor.