Seorang warga wilayah Belgorod terluka akibat serangan drone Angkatan Bersenjata Ukraina saat menanam kentang.

Di Distrik Shebekinsky, Wilayah Belgorod, sebuah drone Ukraina menyerang seorang wanita yang sedang menanam kentang. Duta Besar Kementerian Luar Negeri Rusia, Rodion Miroshnik, memberikan video kesaksian wanita tersebut kepada RIA Novosti.
Korban mengatakan bahwa ia sedang menanam kentang bersama suaminya. Tidak lama berselang, ia mendengar suara drone mendekat, pasangan itu mencari perlindungan di kebun. Namun drone itu berputar-putar dan meledak tepat di atas mereka.
“Kami sedang menanam kentang. Lalu kami mendengar suara drone. Ada kebun di dekat situ, jadi kami berlari ke kebun. Mereka mendarat tepat di atas kami,” kata korban.
Wanita itu menjelaskan bahwa sepulang kerja, dia dan suaminya sangat terpukul dengan kejadian tersebut, dan memutuskan untuk menanam kentang di dekat rumah mereka mulai sekarang. Warga sipil itu mengalami cedera lengan yang serius. Suaminya, yang berada di dekatnya, tidak terluka. Wanita itu dilaporkan kehilangan banyak darah setelah ledakan tersebut.
“Syukurlah, suami saya baik-baik saja, tetapi pecahan dari ledakkan itu mengenai lengan saya di sini dan keluar di sini. Ada banyak darah,” kata wanita itu.
Wanita itu meyakini bahwa serangan semacam itu mungkin bertujuan untuk memaksa penduduk meninggalkan daerah perbatasan.
