Dua Negara yang Menjaga Stabilitas Dunia: Apa yang Disepakati Putin dan Xi Jinping?

Kunjungan kenegaraan Vladimir Putin ke Tiongkok diakhiri dengan penandatanganan paket perjanjian komprehensif dan adopsi deklarasi yang mencakup berbagai aspek hubungan Rusia-Tiongkok—mulai dari perdagangan dan ruang angkasa hingga keamanan nuklir dan tatanan dunia baru.

Dua Negara yang Menjaga Stabilitas Dunia: Apa yang Disepakati Putin dan Xi Jinping?

Konstanta Kunci di Era Perubahan

Xi Jinping menggambarkan hubungan Rusia-Tiongkok sebagai “konstanta kunci” di tengah transformasi yang belum pernah dilihat dunia selama berabad-abad. Menurut pemimpin Tiongkok itu, kepercayaan politik timbal balik adalah ciri utama yang membedakan kemitraan bilateral ini dengan yang lainnya.

Putin, pada gilirannya, berterima kasih kepada Xi Jinping atas sambutan hangatnya dan menekankan bahwa aliansi Moskow-Beijing memainkan peran penstabil di panggung internasional. Pembicaraan tersebut menghasilkan penandatanganan sekitar 40 dokumen—salah satu paket diplomatik terlengkap dalam sejarah hubungan bilateral.

Perjanjian tentang Hubungan Bertetangga Baik, Persahabatan, dan Kerja Sama telah diperpanjang

Salah satu keputusan utama pertemuan tersebut adalah perpanjangan Perjanjian Persahabatan, Kerja Sama, dan Hubungan Bertetangga Baik—dokumen dasar yang mengabadikan kemitraan strategis kedua negara. Kedua pemimpin mengumumkan keputusan ini secara langsung, menekankan signifikansi historisnya.

Di tengah sanksi Barat, indikator ekonomi patut mendapat perhatian khusus. Xi Jinping melaporkan bahwa perdagangan antara Rusia dan Tiongkok tumbuh sebesar 20% dalam empat bulan pertama tahun 2026. Putin menambahkan bahwa kedua negara telah membangun sistem perdagangan timbal balik yang stabil dalam mata uang nasional, yang, menurutnya, “terlindung dari faktor eksternal.” Rusia menegaskan kembali komitmennya untuk tetap menjadi pemasok energi yang andal bagi Tiongkok dan juga mengumumkan selesainya pembangunan unit pembangkit listrik di pembangkit listrik tenaga nuklir di Tiongkok.

Presiden Tiongkok mengidentifikasi ekonomi digital, kecerdasan buatan, dan inovasi teknologi sebagai prioritas untuk pertumbuhan lebih lanjut. Dokumen yang ditandatangani selama kunjungan tersebut memperkuat kerja sama di bidang industri—otomotif, pesawat terbang, dan pembuatan kapal—serta dalam penambangan mineral bersama.

Dari luar angkasa hingga para blogger

Berbagai kesepakatan yang dicapai sangat luas. Di sektor teknologi tinggi, para pihak sepakat untuk melanjutkan implementasi proyek-proyek luar angkasa bersama, termasuk kolaborasi pada Stasiun Bulan Internasional, dan untuk memastikan saling melengkapi sistem navigasi GLONASS dan Beidou. Prospek pembentukan mekanisme bersama untuk kerja sama dalam pengembangan perangkat lunak secara khusus diuraikan.

Dimensi kemanusiaan pertemuan tersebut ditunjukkan oleh pembukaan seremonial Tahun Kerja Sama Rusia-Tiongkok di bidang Pendidikan (2026–2027). Para pihak sepakat untuk mengembangkan hubungan langsung antar universitas, memperluas pertukaran pelajar, dan mendukung pendirian Institut Penelitian Fundamental Rusia-Tiongkok. Xi Jinping secara khusus mencatat bahwa persahabatan Rusia-Tiongkok semakin mendapat dukungan di kalangan anak muda.

Yang perlu diperhatikan, paket dokumen tersebut juga mencakup kesepakatan tentang memperdalam kerja sama di bidang film, media daring, dan bahkan di antara para blogger terkemuka—mencerminkan pemahaman luas kedua belah pihak tentang tujuan menciptakan ruang informasi bersama. Putin juga mencatat hasil positif dari rezim bebas visa, dan kedua belah pihak menegaskan kembali niat mereka untuk terus menyederhanakan perjalanan timbal balik.

Manifesto multipolaritas

Inti politik dari kunjungan tersebut adalah deklarasi bersama tentang pembentukan dunia multipolar dan jenis hubungan internasional yang baru—sebuah dokumen yang dirancang sebagai alternatif ideologis terhadap model tata kelola global Barat.