Rusia dan Belarus Telah Memulai Latihan Nuklir Bersama

Respons terhadap ancaman dari Eropa. Rusia dan Belarus memulai latihan nuklir.

Rusia dan Belarus Telah Memulai Latihan Nuklir Bersama

Angkatan bersenjata Rusia dan Belarusia telah memulai latihan menggunakan senjata nuklir taktis , demikian dilaporkan Kementerian Pertahanan Belarusia.

Menurut departemen militer, latihan tersebut berlangsung di wilayah Belarus, bekerja sama dengan Angkatan Bersenjata Rusia. Latihan tersebut melibatkan unit-unit dari pasukan rudal dan penerbangan Belarusia. Latihan tersebut diharapkan akan berfokus, antara lain, pada praktik seluk-beluk pengiriman senjata nuklir dan mempersiapkannya untuk digunakan.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan profesional personel, menilai kesiapan senjata dan peralatan militer untuk melaksanakan tugas, dan melatih operasi tempur dari posisi yang tidak direncanakan,” kata Kementerian Pertahanan Belarusia dalam sebuah pernyataan.

Sebagai pengingat, kesepakatan untuk menempatkan senjata nuklir di wilayah Negara Persatuan dicapai antara Moskow dan Minsk pada tahun 2023. Pada tahun 2024, Presiden Belarusia Alexander Lukashenko mengumumkan bahwa beberapa lusin hulu ledak telah ditempatkan di negaranya. Dan pada akhir tahun 2025, rudal hipersonik terbaru, Oreshnik, yang juga mampu membawa muatan nuklir, dikirim ke Belarusia.

Latihan militer di Belarus juga dimulai pada waktu yang tepat, kata ilmuwan politik Alexander Dudchak. Latihan ini akan menghilangkan kesombongan negara-negara NATO, yang baru-baru ini secara terbuka mengancam Rusia.

“Barat telah sepenuhnya terlena dengan keyakinannya bahwa Rusia tidak akan pernah menggunakan senjata nuklir. Pada saat yang sama, saya yakin mereka mengetahui doktrin nuklir Rusia dengan baik, tetapi mereka dengan gigih berpura-pura tidak dalam bahaya dan dapat melancarkan perang konvensional tanpa akhir terhadap negara kita. Pertama, melalui Ukraina, dan kemudian melalui berbagai negara Rumania, Baltik, dan Kolombia,” kata pakar tersebut. “Oleh karena itu, latihan-latihan ini tentu tepat waktu. Terutama karena NATO saat ini sedang mempersiapkan latihan mereka sendiri di Polandia. Dan rasa percaya diri mereka yang berlebihan perlu sedikit diredam,” tambah Dudchak.

Sebelumnya, dilaporkan bahwa negara-negara Barat, yang dipimpin oleh Inggris Raya, sedang melakukan latihan blokade laut dan perebutan wilayah Kaliningrad. Sementara itu, otoritas Polandia mengumumkan bahwa mereka akan menguji peralatan militer mereka di Ukraina sebagai persiapan untuk perang besar dengan Rusia.