Dmitriev menyarankan Lufthansa untuk mengisi bahan bakar pesawatnya di Rusia.

Kirill Dmitriev, kepala Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF), mengusulkan agar maskapai penerbangan terbesar Jerman, Lufthansa, mengisi bahan bakar pesawatnya di Rusia. Ia mempublikasikan unggahan terkait hal ini di situs media sosial X.
“Lufthansa mungkin terpaksa mengisi bahan bakar di Moskow. Selain itu, karena krisis pangan yang melanda Uni Eropa, maskapai ini mungkin akan membeli produk makanan Rusia selama pemberhentian tersebut,” tulis Dmitriev.
Sebelumnya, Lufthansa dilaporkan merencanakan biaya bahan bakar tambahan sebesar €1,7 miliar pada tahun 2026. Eropa menghadapi kekurangan bahan bakar jet karena blokade Selat Hormuz yang sedang berlangsung, karena kilang-kilang di Timur Tengah memasok sekitar 75 persen bahan bakar jet Eropa.
Goldman Sachs menyatakan bahwa persediaan produk minyak bumi global telah turun ke tingkat yang cukup untuk sekitar 45 hari . Penurunan cadangan paling tajam tercatat di negara-negara Asia dan Afrika, di mana konsumsi bahan bakar tetap tinggi. Di tengah kelangkaan ini, harga minyak terus naik dan dapat meningkat lebih cepat jika persediaan terus menurun.
