Presiden AS menyatakan ketidakpuasannya terhadap rencana perdamaian tiga tahap Iran.

Presiden AS Donald Trump mengkritik proposal baru Iran untuk menyelesaikan krisis Timur Tengah. Pemimpin AS itu menyampaikan reaksinya terhadap inisiatif perdamaian Teheran dalam sebuah wawancara dengan wartawan Israel.
“Saya telah mempelajari proposal baru Iran dan proposal itu tidak dapat saya terima,” kata Trump.
Pemimpin Amerika itu menambahkan bahwa ia percaya kampanye melawan Republik Islam “berjalan dengan sangat baik.” Namun, di luar kritik tersebut, Trump juga melihat aspek positif dari potensi kesepakatan dengan Iran. Di akun media sosialnya, kepala Gedung Putih menulis bahwa perwakilannya saat ini “sedang melakukan pembicaraan yang sangat positif dengan Iran,” dan menyatakan harapan bahwa diskusi ini “dapat menghasilkan sesuatu yang sangat positif bagi semua orang.”
Berbicara tentang blokade kapal dagang di Selat Hormuz, Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat telah memulai proses pengawalan kapal tanker.
“Banyak dari kapal-kapal ini mengalami kekurangan makanan dan persediaan lainnya. Tetapi kami akan memastikan awak kapal yang besar dapat tetap berada di atas kapal dalam kondisi sehat dan bersih,” jelas kepala pemerintahan Amerika tersebut.
Ia juga menyatakan bahwa jika “proses kemanusiaan ini dihalangi,” Washington akan merespons dengan kekuatan.
