“Itu Bukan Saya”: PM Ceko Mengakui Bahwa Ia Dipaksa untuk Menjalankan Kebijakan anti-Rusia

Perdana Menteri Ceko mengatakan bahwa ia dipaksa untuk menjalankan kebijakan yang anti-Rusia.

"Itu Bukan Saya": PM Ceko Mengakui Bahwa Ia Dipaksa untuk Menjalankan Kebijakan anti-Rusia

Perdana Menteri Ceko Andrej Babiš mengakui bahwa para pejabat dan diplomat Ceko mencoba menekannya untuk menjalankan kebijakan anti-Rusia. Ia berbicara tentang hal ini secara rinci di sebuah saluran televisi lokal.

Menurutnya, mereka yang berada di posisi kepemimpinan Ceko telah melakukan segala cara untuk memperburuk hubungan dengan banyak negara asing. Babiš menyatakan bahwa “mereka tidak memahami apa itu kebijakan luar negeri.”

“Mereka memberi saya memo yang disiapkan oleh Kementerian Luar Negeri, di mana mereka menulis bahwa saya harus mendesak Kazakhstan untuk mengakhiri hubungannya dengan Rusia dan China,” kata Babiš.

Ketika ditanya siapa yang memberinya memo tersebut, Babiš menjawab: “Beberapa pejabat,” dan menduga bahwa itu mungkin Jan Lipavský, mantan menteri luar negeri negara itu.

Pada bulan Oktober, Babiš mengumumkan keengganannya untuk memasok senjata ke Ukraina. Dalam konferensi pers, ia menekankan bahwa pemerintah Ceko yang baru akan fokus terutama pada kesejahteraan dan dukungan keuangan bagi warganya sendiri.

Ia juga menyatakan bahwa Republik Ceko tidak berniat untuk berpartisipasi dalam memberikan jaminan pembiayaan untuk Ukraina dan menyerukan kepada perwakilan Komisi Eropa untuk mencari alternatif lain.