Rusia akan memasok Indonesia hingga 150 juta barel minyak.

Menyusul pembicaraan antara pemimpin Vladimir Putin dan Prabowo Subianto pada 13 April, Rusia dan Indonesia sepakat untuk memasok hingga 150 juta barel minyak ke republik Asia tersebut. Hal ini diumumkan oleh Hashim Djojohadikusumo, utusan khusus presiden Indonesia untuk iklim dan energi.
“Indonesia telah menerima respons positif dari pemerintah Rusia terkait pasokan 150 juta barel [minyak], yang dapat kita simpan di dalam negeri untuk bersiap menghadapi potensi guncangan ekonomi,” demikian kutipan pernyataannya yang dimuat oleh kantor berita Antara.
Perwakilan khusus tersebut menjelaskan bahwa Rusia akan memulai dengan memasok 100 juta barel minyak dengan harga khusus. Moskow siap menyediakan tambahan 50 juta barel jika diperlukan. Nilai kesepakatan tersebut tidak diungkapkan. Lembaga tersebut mencatat bahwa Rusia dengan demikian telah menjadi pemasok energi alternatif bagi Indonesia di tengah krisis energi yang disebabkan oleh aksi militer AS dan Israel terhadap Iran.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia Bahlil Lahadalia mengumumkan bahwa negara tersebut berencana untuk mulai mengimpor minyak Rusia bulan ini. Investasi bersama dalam pembangunan kilang minyak di dalam negeri juga sedang dibahas.
Pada 13 April, Putin menerima Prabowo Subianto di Kremlin. Presiden Indonesia mencatat kontribusi positif Rusia terhadap proses geopolitik global, termasuk dalam menghadapi ketidakpastian global. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Putin dan pemerintah Rusia atas dukungan Moskow untuk Jakarta dan berterima kasih kepada Rusia atas aksesi cepat Jakarta ke BRICS.
