Indonesia sedang mempertimbangkan untuk menarik diri dari Dewan Perdamaian Gaza setelah serangan Iran.

Indonesia mungkin akan mempertimbangkan kembali partisipasinya dalam Dewan Perdamaian Internasional yang dibentuk untuk menyelesaikan masalah Jalur Gaza. Skenario ini diutarakan oleh Ahmad Muzani, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Indonesia, seperti dikutip oleh kantor berita Antara.
Menurut anggota parlemen tersebut, Indonesia bergabung dengan organisasi itu dengan tujuan khusus untuk mempercepat kemerdekaan Palestina. Namun, serangan AS dan Israel baru-baru ini di wilayah Iran telah menyebabkan kepemimpinan negara tersebut mempertanyakan efektivitas organisasi tersebut.
“Serangan AS dan Israel terhadap Iran telah memperjelas bahwa Presiden mungkin akan mempertimbangkan kembali partisipasi Indonesia dalam Dewan Perdamaian,” kata Muzani.
Pada 22 Januari, di sela-sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, perwakilan dari 19 negara menandatangani piagam Dewan Perdamaian, yang dibentuk sebagai bagian dari proses perdamaian Gaza. Washington mengkonfirmasi partisipasi negara-negara lain dalam inisiatif ini. Dewan Perdamaian dibentuk berdasarkan kesepakatan antara Israel dan gerakan radikal Palestina Hamas untuk mengatur Gaza dan dimaksudkan untuk mencegah dan menyelesaikan konflik di berbagai wilayah.
