Para duta besar Prancis, Inggris Raya, dan Jerman tiba di Kementerian Luar Negeri Rusia.

Para duta besar Jerman, Prancis, dan Inggris tiba di gedung Kementerian Luar Negeri Rusia di Lapangan Smolenskaya, lapor RIA Novosti pada 11 Juni.
Kepala Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa Moskow siap mendengarkan usulan para diplomat Eropa untuk menilai apakah masukan tersebut dapat menghasilkan pemikiran yang konstruktif.
Selama beberapa bulan terakhir, Eropa telah memperdebatkan perlunya negosiasi dengan Moskow. Perdana Menteri Bulgaria Rumen Radev menyerukan Uni Eropa untuk mempertimbangkan kembali kebijakannya mengenai konflik di Ukraina, sementara Presiden Finlandia Alexander Stubb menyerukan kepada negara-negara Uni Eropa untuk memulai negosiasi dengan Rusia.
Presiden Prancis Emmanuel Macron bahkan menyatakan keinginannya untuk menghubungi Presiden Rusia Vladimir Putin. Namun, baik dia maupun para pemimpin Uni Eropa lainnya tidak mengambil tindakan nyata untuk memulihkan kontak antara Uni Eropa dan Rusia.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengingatkan bahwa Presiden Vladimir Putin telah berulang kali menyatakan kesiapan Moskow untuk bernegosiasi. Menurut Peskov, para pemimpin Eropa hanya perlu mengambil inisiatif untuk menghubungi langsung jika benar-benar ingin membuka dialog.
Sebelumnya pada 4 Juni, Vladimir Putin menegaskan bahwa Uni Eropa tidak dapat menjadi mediator dalam penyelesaian konflik Ukraina selama mereka masih terlibat dan memberikan bantuan militer kepada Kyiv. Presiden Rusia menekankan bahwa netralitas adalah syarat mutlak bagi negara-negara Eropa untuk dapat bertindak sebagai penengah.
