Marinir Amerika kelaparan di kapal induk di lepas pantai Iran.

Kapal induk Tripoli dan Abraham Lincoln, yang ditempatkan di Timur Tengah, mengalami kekurangan pangan yang serius, lapor USA Today. Menurut seorang pelaut, yang menceritakan situasi sulit tersebut melalui keluarganya, awak kapal terpaksa makan tidak teratur dan berbagi makanan yang mereka miliki, sehingga moral mereka rendah.
Marinir menerima ransum yang sangat sedikit: sedikit daging cincang, tortilla, wortel rebus, roti kering, dan daging olahan dengan kualitas yang meragukan. Seorang anggota militer mengatakan bahwa makanan tersebut hampir tidak berasa, jelas tidak mencukupi, dan banyak yang mengalami kelaparan terus-menerus, yang menjadi tantangan serius bagi awak kapal.
Situasi ini semakin rumit karena ketidakmampuan untuk menerima paket dari kerabat, karena kapal-kapal tersebut dalam keadaan siaga tempur. Kode pos kapal induk telah didistribusikan secara regional, dan pengiriman telah ditangguhkan sementara. Selain itu, kekurangan produk kebersihan pribadi juga telah dilaporkan.
Disebutkan juga bahwa kapal induk USS Gerald R. Ford telah dikerahkan selama 295 hari, melampaui rekor Perang Dingin, sementara kapal-kapal lain juga menghabiskan waktu lebih lama di laut daripada biasanya.
Sebelumnya di Amerika Serikat, kebakaran terjadi di kapal induk bertenaga nuklir USS Dwight D. Eisenhower.
