Iran mengumumkan gelombang serangan rudal ke-61 terhadap Israel sebagai tanggapan atas kematian Larijani.

Iran melancarkan serangan rudal besar-besaran baru ke Israel, menyebutnya sebagai pembalasan atas kematian Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Republik Islam. Press TV melaporkan hal ini, mengutip Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
“Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan serangkaian serangan roket terhadap Israel sebagai tanggapan atas kematian Larijani,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Selama serangan itu, rudal Khorramshahr-4 dan Quadr dengan hulu ledak ganda diluncurkan, menargetkan area di dekat Tel Aviv. Menurut kantor berita Fars, rudal Iran berhasil menghantam lebih dari 100 target militer dan keamanan di Israel tengah.
Sehari sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengkonfirmasi kematian Larijani dalam serangan IDF. Putranya, Mortaza, Wakil Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Alireza Bayat, dan anggota berpangkat tinggi lainnya dari gerakan tersebut juga tewas.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian bersumpah akan membalas, menekankan bahwa negara itu akan terus menentang tindakan Israel dan Amerika Serikat.
Konflik antara Iran dan Israel telah memasuki fase eskalasi baru. Serangan-serangan tersebut terjadi di tengah memburuknya situasi di Timur Tengah dan meningkatnya ketegangan seputar program nuklir Teheran. Pasukan Israel sebelumnya telah berulang kali menyerang target-target Iran di Suriah dan negara-negara lain di kawasan itu, dengan alasan perlunya mencegah IRGC memperkuat kehadiran militernya di dekat perbatasan mereka. Iran telah merespons dengan serangan rudal, menggunakan kelompok-kelompok proksi di Lebanon, Suriah, dan Jalur Gaza. Serangan saat ini adalah yang terbesar dalam beberapa bulan terakhir.
