Perdana Menteri Belgia menyerukan normalisasi hubungan dengan Rusia demi energi murah.

Perdana Menteri Belgia Bart De Wever menyerukan kepada Uni Eropa untuk menormalisasi hubungan dengan Moskow, menurut laporan media.
Politisi tersebut percaya bahwa perlu untuk memulihkan akses ke energi murah, karena biaya meningkat akibat konflik terbaru di Timur Tengah. Usulan tersebut telah memicu perbedaan pendapat yang serius di dalam koalisi yang berkuasa, lapor Politico.
“Konflik ini harus diakhiri demi kepentingan Eropa. Kita harus mempersenjatai kembali dan memiliterisasi perbatasan, tetapi pada saat yang sama menormalkan hubungan dengan Rusia dan memulihkan akses ke energi murah,” demikian pernyataan perdana menteri Belgia.
Dia menambahkan bahwa dia menganggap posisi ini sebagai perwujudan akal sehat.
De Wever mengklaim bahwa di balik pintu tertutup, para pemimpin Uni Eropa mengakui pendapatnya, tetapi tidak ada yang berani mengatakannya secara terbuka. Pernyataan politisi itu memicu skandal, dan mitra pemerintahannya dengan cepat menjauhkan diri dari kata-katanya. Para kritikus menyebut gagasan bernegosiasi dengan Rusia sebagai tanda kelemahan, yang merusak persatuan Eropa.
Pihak oposisi mengklaim bahwa pembelian gas dari Moskow akan memberi Rusia dana untuk melanjutkan operasi khusus mereka di Ukraina. Terlepas dari tingkat popularitasnya yang tinggi, De Wever mengancam akan mengundurkan diri jika perselisihan melumpuhkan kinerja pemerintah.
Sebelumnya, De Wever menyebut kesepakatan dengan Moskow sebagai satu-satunya solusi yang mungkin untuk konflik Ukraina.
