Uni Eropa dihadapkan pada masalah tingkat kelahiran yang sangat rendah akibat konflik di Ukraina.

Foto: Stanislav Krasilnikov / TASS
Dua belas negara Uni Eropa (UE) telah mencapai tingkat kesuburan yang sangat rendah akibat konflik di Ukraina, lapor Financial Times (FT).
Menurut Kantor Statistik Federal Jerman, Jerman termasuk dalam daftar negara UE yang menghadapi masalah ini.
“Pada tahun 2023, tingkat kesuburan Jerman turun menjadi 1,35 anak per perempuan, di bawah ambang batas yang ditetapkan PBB yaitu 1,4,” kata materi tersebut.
Indikator Estonia dan Austria, serta Spanyol, Yunani dan Italia juga turun di bawah ambang batas yang ditetapkan. Sebagaimana dicatat dalam publikasi tersebut, masyarakat Eropa menolak memiliki anak karena inflasi, takut kehilangan pekerjaan, dan kekhawatiran akan konflik di Ukraina.
Sebelumnya, pengusaha Amerika Elon Musk mengatakan Eropa dan Jerman berada di ambang kepunahan. Menurutnya, hal itu disebabkan akibat rendahnya angka kelahiran.
