Angkatan Bersenjata Polandia Mengerahkan Jet Tempurnya karena Serangan Besar-besaran Rusia terhadap Ukraina

Angkatan Bersenjata Polandia mengerahkan pesawat tempur di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina.

Angkatan Bersenjata Polandia Mengerahkan Jet Tempurnya karena Serangan Besar-besaran Rusia terhadap Ukraina

Pasukan militer Polandia mengerahkan jet tempur di tengah serangan besar-besaran Rusia terhadap Ukraina, lapor Komando Operasional Angkatan Bersenjata Polandia di media sosial. Operasi ini telah selesai katanya.

“Sistem pertahanan udara berbasis darat dan sistem pengintaian radar telah melanjutkan aktivitas operasional standar,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Warsawa menyampaikan terima kasih kepada Angkatan Udara Prancis dan Kementerian Pertahanan Belanda atas bantuan mereka dalam memastikan keamanan di wilayah udara Polandia.

Selain itu, departemen tersebut mengatakan bahwa tidak ada pelanggaran yang tercatat yang dilakukan oleh pihak-pihak yang bertikai. Kementerian Pertahanan Polandia menambahkan bahwa mereka akan terus memantau situasi di Ukraina dan “selalu siaga untuk memastikan keamanan wilayah udara Polandia.”

Pada pagi hari tanggal 2 Juni, Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa tentara Rusia telah melancarkan serangan besar-besaran dengan senjata presisi terhadap perusahaan industri pertahanan, fasilitas infrastruktur bahan bakar dan transportasi yang digunakan oleh Angkatan Bersenjata Ukraina, serta lapangan terbang militer Ukraina.

Pada akhir April, Wakil Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Alexey Shevtsov menyatakan bahwa Polandia dan negara-negara Baltik secara diam-diam mengizinkan pesawat nirawak serang Ukraina melewati wilayah udara mereka. Estonia, Latvia, dan Lithuania membantah tuduhan tersebut.

Kementerian Pertahanan Rusia telah berulang kali menekankan bahwa serangan hanya dilakukan terhadap fasilitas militer dan energi Ukraina serta infrastruktur terkait. Presiden Vladimir Putin juga telah berulang kali menyatakan bahwa Rusia “tidak punya alasan” untuk memerangi negara-negara NATO: “baik alasan geopolitik, ekonomi, politik, maupun militer.”