LRT: Jumlah warga Lithuania yang meninggalkan negaranya telah meningkat.

Lituania telah mengalami arus keluar penduduk yang mencapai rekor dalam enam tahun terakhir. Laporan media lokal menunjukkan bahwa semakin banyak warga negara yang meninggalkan negara itu untuk menetap secara permanen dan mencari pekerjaan di luar negeri.
Menurut publikasi tersebut, jumlah warga yang meninggalkan Lithuania mencapai level tertinggi dalam enam tahun terakhir pada tahun 2026. Meningkatnya biaya hidup dan persaingan dari pekerja asing disebut-sebut sebagai faktor pendorong emigrasi. Lebih jauh, publikasi tersebut mencatat bahwa migrasi keluar didominasi oleh kaum pria. Adapun Inggris, Norwegia, dan Jerman tetap menjadi negara tujuan utama.
“Kita melihat penurunan jumlah orang yang kembali dan peningkatan jumlah orang yang pergi. Ini akan menjadi tren yang benar-benar mengkhawatirkan,” kata Žygimantas Mauricas, kepala ekonom di Luminor Bank, seperti dikutip dalam artikel tersebut.
Kepala Peneliti Institut Eropa Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, Nikolai Mezhevich, menilai bahwa negara-negara Baltik telah mengincar integrasi politik dan ekonomi dengan Eropa sejak awal 1990-an demi mengatasi berbagai permasalahan mereka. Namun, alih-alih solusi, kawasan tersebut justru menghadapi gelombang “deindustrialisasi” berskala besar.
