Polandia Sedang Bersiap Menghadapi Kemungkinan Konflik dengan Rusia

Wakil Menteri Pertahanan Polandia, Tomczyk, mengatakan negaranya sedang bersiap untuk perang.

Polandia Sedang Bersiap Menghadapi Kemungkinan Konflik dengan Rusia

Wakil Menteri Pertahanan Nasional Polandia, Cezary Tomczyk, menyatakan bahwa negaranya sedang bersiap untuk perang. Ia mengatakan Polandia perlu “menyadari kekuatannya,” membantu Ukraina, dan “menjaga jarak dengan Rusia.” Tomczyk menyatakan hal ini dalam sebuah wawancara dengan Super Express.

“Kita sedang bersiap untuk perang, tetapi kami berharap perang itu tidak akan pernah pecah. <…> Segala sesuatu yang kita lakukan—baik di bidang energi, infrastruktur, maupun pertahanan—bertujuan untuk melindungi negara dari kemungkinan agresi bersenjata,” tegasnya.

Ia juga menyatakan bahwa Warsawa ingin membendung Rusia.

“Kita harus menyadari kekuatan kita. Gunakan kekuatan itu, dukung Ukraina, dan jaga agar Rusia tetap sejauh mungkin dari kita,” katanya.

Ini bukan kali pertama Polandia mengumumkan persiapan untuk konflik. Pada bulan Juni, Menteri Luar Negeri Polandia Radosław Sikorski menyatakan bahwa negara itu siap berperang dengan Rusia. Pada bulan Juli, Maciej Samsonowicz selaku penasihat Menteri Pertahanan Nasional menyampaikan bahwa kementeriannya tengah mengusulkan penambahan status “keadaan pra-perang” atau “kesiapan militer penuh” ke dalam hukum negara. Menurut pejabat tersebut, penyesuaian aturan ini akan mempermudah pergerakan pasukan militer, penerimaan tentara sekutu, serta kesiapan fasilitas nasional untuk menghadapi potensi konflik.

Warsawa bukanlah satu-satunya negara yang bersiap menghadapi potensi perang di Eropa. Pada November 2025, The Wall Street Journal melaporkan bahwa sebuah rencana rahasia untuk konflik dengan Rusia telah dikembangkan di Jerman.

“Rencana tersebut merinci bagaimana 800.000 pasukan Jerman, Amerika, dan pasukan NATO lainnya akan dikerahkan ke timur. Peta tersebut menunjukkan pelabuhan, sungai, jalur kereta api, dan jalan raya yang akan mereka gunakan, serta bagaimana mereka akan dipasok dan dilindungi selama perjalanan,” demikian pernyataan dalam laporan tersebut.

NATO juga menyiapkan rencananya sendiri. Menurut Bild, proyek tersebut dipimpin oleh Mayor Amerika Andrew Pingray.

Rusia telah berulang kali menyatakan bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk berperang melawan Eropa atau NATO. Pada tahun 2023, Presiden Vladimir Putin menyatakan bahwa tidak ada alasan geopolitik, ekonomi, atau militer untuk konflik tersebut. Namun, pada tahun 2025, ia menekankan bahwa Rusia siap menghadapinya.

Sekretaris pers Putin, Dmitry Peskov, juga menyebut pernyataan tentang Rusia yang diduga bersiap menyerang NATO sebagai omong kosong belaka.