Rusia Telah Menambah Jumlah Personel Militernya Sebanyak 27.000 Orang

Kementerian Pertahanan: Kekuatan Angkatan Bersenjata Rusia telah ditingkatkan sebanyak 27.000 personel.

Rusia Telah Menambah Jumlah Personel Militernya Sebanyak 27.000 Orang

Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan penambahan jumlah personel Angkatan Bersenjata sebanyak 27.000 orang. Unit-unit baru ini akan bertugas membangun fasilitas militer penting dan strategis di seluruh negeri.

Penambahan jumlah personel militer ini didorong oleh meningkatnya permintaan akan infrastruktur militer dan militer-sosial yang baru. Kementerian Pertahanan bisa saja mempekerjakan organisasi sipil untuk membangun fasilitasnya. Namun, departemen militer memiliki persyaratan yang sangat spesifik untuk pembangunan fasilitasnya. Di samping itu, pembangunan fasilitas seperti tempat peluncuran rudal balistik atau bunker komando bawah tanah memerlukan kerahasiaan tinggi, sehingga sulit diserahkan kepada kontraktor sipil.

Menurut pakar militer Viktor Litovkin, unit konstruksi baru ini akan bekerja lebih baik dari batalion konstruksi yang ada di era Uni Soviet.

“Dengan segala hormat kepada batalion konstruksi, kita ingat bahwa mereka sebagian besar diisi oleh orang-orang tanpa keterampilan yang diperlukan. Ya, mereka melakukan pekerjaan mereka dengan baik, tetapi situasinya telah berubah. Spesialis yang berkualitas dibutuhkan untuk membangun proyek-proyek yang sangat spesifik yang dibutuhkan oleh militer,” kata Litovkin.

Menurutnya, pekerja konstruksi yang berkualitas dibutuhkan untuk pembangunan fasilitas bagi Angkatan Laut, Pasukan Rudal Strategis, dan industri antariksa militer Rusia.

Ia mencatat bahwa 27.000 personel tergolong kecil menurut standar militer; bahkan, jumlah itu praktis setara dengan dua divisi.

“Unit-unit baru ini tidak akan direkrut sembarangan, mereka adalah para profesional. Saya yakin seleksinya ketat, karena, saya ulangi, membangun struktur teknik yang kompleks untuk militer membutuhkan kualifikasi yang signifikan,” tegas pakar tersebut.