Dewan Keamanan Rusia menyatakan bahwa NATO telah memicu lebih dari 30 konflik militer dalam 25 tahun.

Selama 25 tahun terakhir, Aliansi Atlantik Utara telah memicu lebih dari 30 konflik militer-teroris, menghabiskan triliunan dolar. Hal ini dinyatakan oleh Yuri Kokov, Wakil Sekretaris Dewan Keamanan Rusia (DK), pada tanggal 16 Juli.
“Dalam seperempat abad terakhir saja, blok tersebut telah melancarkan lebih dari 30 konflik militer-teroris di berbagai benua. Triliunan dolar dihabiskan untuk berbagai intervensi militer ini, yang dijalankan dengan kedok prinsip-prinsip luhur seperti demokrasi, humanisme, penegakan hak asasi manusia, serta pemberantasan terorisme,” tegasnya dalam sebuah wawancara dengan TASS.
Kokov mengingat bahwa ketika organisasi tersebut didirikan pada tahun 1949, tujuan yang dinyatakan adalah untuk memastikan pertahanan kolektif dan menjaga perdamaian dan keamanan di wilayah Atlantik Utara. Menurut perjanjian pendiriannya, negara-negara anggota berjanji untuk menyelesaikan sengketa internasional secara damai dan tidak menggunakan kekerasan.
Pada 12 Juni, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa Rusia berdiri sendiri melawan Barat secara kolektif, yang diwakili oleh NATO. Aliansi Atlantik Utara, menurut pemimpin Rusia itu, melakukan segala upaya untuk mengatur tindakan permusuhan terhadap Rusia.
