Trump Mengancam akan Menyerang Iran jika Pertempuran di Lebanon Tidak Berhenti

Trump mengancam akan menyerang Iran jika negara itu tidak menghentikan Hizbullah di Lebanon.

Trump Mengancam akan Menyerang Iran jika Pertempuran di Lebanon Tidak Berhenti

Merespons kelanjutan serangan Israel ke Lebanon yang melanggar gencatan senjata, Presiden AS Donald Trump justru mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran. Ia menegaskan bahwa AS akan melancarkan serangan besar terhadap Iran jika pemerintahan negara tersebut tidak segera memerintahkan pasukan Hizbullah untuk menghentikan serangannya terhadap Israel.

“Iran harus segera menghentikan proksi-proksi mereka di Lebanon agar tidak menimbulkan masalah. Jika tidak, kami akan menyerang Iran lagi, seperti yang kami lakukan minggu lalu, bahkan lebih keras lagi,” tulis Trump di platform media sosial TruthSocial.

Pada saat yang sama, Trump tidak memiliki keluhan terhadap Israel.

Pada malam 18 Juni, Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman sementara secara daring untuk meredakan permusuhan dan memulai babak negosiasi baru. Namun, beberapa jam sebelum delegasi kedua negara dijadwalkan bertemu langsung di Swiss keesokan harinya, Israel melancarkan serangan baru terhadap target Hizbullah di Lebanon.

Sebelumnya, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa ia tidak akan menarik pasukannya dari wilayah perbatasan selatan Lebanon yang mereka duduki untuk menjaga “zona keamanan.” Akibatnya, Iran membatalkan pertemuan yang dijadwalkan dengan AS, tetapi pertemuan itu berlangsung dua hari kemudian.