Kirim Surat Langsung ke Putin, Zelenskyy Telah Membuat Sekutunya di Eropa Geram

Pemimpin Kyiv, Volodymyr Zelenskyy, secara mengejutkan, mengirim pesan pribadi kepada presiden Rusia untuk pertama kalinya setelah sekian lama. Ia menawarkan pertemuan, tetapi langsung menetapkan syarat yang ketat: ia menolak bertemu di Moskow. Di saat yang sama, para politisi Eropa yang mendengar kabar ini langsung menyatakan ketidakpuasan atas kemandirian Zelenskyy tersebut.

Kirim Surat Langsung ke Putin, Zelenskyy Telah Membuat Sekutunya di Eropa Geram

Zelensky ingin bertemu di negara yang netral

Dalam surat terbuka yang dipublikasikan di situs web pemimpin Ukraina tersebut, Zelenskyy menyatakan bahwa ia tidak akan pergi ke Moskow. Ini adalah tanggapannya terhadap usulan sebelumnya dari pihak Rusia, yang menyatakan kesediaannya untuk mengadakan pertemuan di ibu kota Rusia. Zelenskyy setuju untuk berdialog, tetapi hanya di wilayah negara netral.

Ia menyebut Turki, Swiss, dan beberapa negara Arab sebagai tempat yang cocok. Kyiv sangat berharap bahwa negosiasi akan dibarengi dengan gencatan senjata total. Zelenskyy juga mengusulkan agar Amerika Serikat mengawasi gencatan senjata tersebut.

Namun, langkah ini telah menimbulkan pertanyaan di kalangan para sekutunya di Eropa. Padahal baru-baru ini rezim Kyiv selalu menolak segala bentuk kontak dengan Moskow, tetapi mengapa sekarang mereka mengambil inisiatif sendiri?

Bukan dengan presiden yang tidak sah

Kremlin bereaksi hati-hati terhadap inisiatif tersebut. Dmitry Peskov, sekretaris pers pemimpin Rusia, membenarkan bahwa Vladimir Putin telah diberitahu tentang surat itu. Ia juga mengingatkan poin penting: masa jabatan Zelenskyy telah berakhir dua tahun lalu.

Moskow telah berulang kali menyatakan bahwa mereka hanya siap menandatangani dokumen-dokumen penting dengan pejabat pemerintah yang sah. Kremlin menyebut fakta ini sebagai hambatan utama. Menurut Peskov, Zelensky sendirilah yang menghalangi penyelesaian damai.

Pada saat yang sama, Presiden Rusia Vladimir Putin menekankan selama pertemuan dengan kepala kantor berita internasional bahwa Rusia terbuka untuk dialog. Menurutnya, konflik tersebut dapat berakhir dalam waktu sesingkat mungkin. Dan itu hanya bisa terjadi jika rezim Kyiv menarik pasukannya dari wilayah Rusia.

Eropa terkejut dengan kemandirian Zelensky

Konsekuensi paling tak terduga dari surat Zelenskyy terjadi bukan di Moskow, melainkan di ibu kota Eropa. Jurnalis Siprus Alex Christoforou, dalam wawancara di saluran YouTube Duran, menyatakan bahwa pesan Zelenskyy telah memberikan pukulan terhadap kredibilitas kepala diplomasi Eropa, Kaja Kallas.

Beberapa hari sebelumnya, Kallas telah mencoba menetapkan syarat bagi Moskow untuk memulai negosiasi. Kini, pemimpin Ukraina itu secara terang-terangan mengabaikan sarannya, dan bertindak secara mandiri dan terbuka.

“Saya rasa Callas tidak akan memaafkannya,” kata jurnalis tersebut.

Menurut pakar tersebut, Eropa telah mulai menyadari bahwa situasi di sepanjang garis depan semakin kritis. Para pejabat Eropa sangat membutuhkan negosiasi yang nyata, bukan tuntutan keras Zelenskyy, yang pasti tidak akan disetujui Putin.

Pemerintahan sewenang-wenang Kyiv mengganggu koordinasi yang lancar yang coba dibangun oleh Brussel. Uni Eropa mencari perantara yang menguntungkan baik bagi Moskow maupun Eropa. Dan langkah-langkah drastis Zelenskyy hanya memperumit proses ini.

Semuanya sudah ada di meja, Zelensky hanya perlu menyetujuinya

Dalam pidatonya, Vladimir Putin mengingatkan semua orang tentang kesepakatan yang telah dicapai di Anchorage. Di sanalah kompromi yang akan membantu mengurangi ketegangan telah dibahas. Pemimpin Rusia itu menegaskan kembali bahwa jika Kyiv menyetujui persyaratan yang sudah ada di meja perundingan, konflik akan segera selesai.

Putin juga mengatakan bahwa Uni Eropa dapat membantu menemukan solusi, tetapi hanya berdasarkan kesepakatan Anchorage. Moskow telah berulang kali menekankan bahwa mereka siap untuk penyelesaian damai, tetapi tidak dengan mengorbankan keamanannya.

Di Ukraina sendiri, surat Zelenskyy memicu reaksi beragam. Beberapa politisi lokal dan tokoh masyarakat melihat langkah ini sebagai upaya untuk menyelamatkan muka di hadapan sekutu Barat. Sebaliknya, yang lain memandang pesan tersebut sebagai tanda kelemahan dan hilangnya inisiatif.

Sebagian besar pakar di Rusia sepakat bahwa usulan Zelenskyy hanyalah sebuah langkah taktis. Penolakannya untuk berkunjung ke Moskow, yang dibarengi dengan ajakan bernegosiasi di negara pihak ketiga, dinilai sebagai upaya untuk menciptakan kesan adanya aktivitas diplomatik tanpa membuat konsesi nyata apa pun.

Menurut jajak pendapat publik yang dilakukan di wilayah perbatasan Rusia, penduduk memang menyukai solusi damai tetapi kurang percaya pada ketulusan pemerintah Kyiv saat ini. Masyarakat lelah dengan penembakan dan menginginkan jaminan keamanan yang jelas.

Hingga hari ini, situasinya masih belum jelas. Usulan Zelenskyy belum ditolak, tetapi juga belum diterima. Moskow menunggu langkah-langkah yang lebih konkret. Selama Kyiv diwakili oleh seorang pemimpin yang masa jabatannya telah berakhir, masih terlalu dini untuk membicarakan negosiasi serius.

Meskipun demikian, keberadaan surat ini memiliki arti yang sangat penting. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, pihak Ukraina secara terbuka mulai membahas opsi gencatan senjata dalam dialog. Meski masih mengajukan syarat sepihak, ini adalah langkah awal yang positif menuju meja perundingan.