“Sebuah Pencapaian Besar”: Rusia dan China Meluncurkan Proyek Energi yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya

Kedatangan Pemimpin Rusia Vladimir Putin di Beijing antara lain adalah membahas tentang pembangunan jalur pipa gas Power of Siberia 2 dengan Pimimpin Tiongkok Xi Jinping. Para ahli menganggapnya sebagai jalur pipa terbesar dalam sejarah Rusia. Apa itu proyek Power of Siberia 2? Apa yang unik dari jalur pipa gas ini? Mengapa proyek ini tertunda begitu lama? Mengapa peluang pembangunannya meningkat sekarang? Bagaimana status proyek saat ini?

"Sebuah Pencapaian Besar": Rusia dan China Meluncurkan Proyek Energi yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya

Apa itu proyek Power of Siberia 2?

Pada tanggal 2 September 2025, Gazprom dan CNPC China menandatangani memorandum yang mengikat secara hukum mengenai pembangunan jalur pipa gas Power of Siberia 2. Jalur pipa tersebut akan memiliki panjang 6.700 kilometer, di mana 2.700 kilometer akan melewati Rusia dan lebih dari 960 kilometer melalui Mongolia.

Kapasitas yang diproyeksikan adalah 50 miliar meter kubik gas per tahun. Perjanjian pasokan berlaku selama 30 tahun. Rute dimulai dari ladang Bovanenkovo ​​dan Kharasavey di Yamal, melewati Siberia Barat, Krai Krasnoyarsk, dan Oblast Irkutsk, kemudian melalui Mongolia dan mencapai Daerah Otonomi Uyghur Xinjiang di Tiongkok, di mana ia terhubung dengan pipa gas Barat-Timur untuk mengirimkan gas ke Shanghai.

"Sebuah Pencapaian Besar": Rusia dan China Meluncurkan Proyek Energi yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya

Apa yang membuat jalur pipa gas ini unik?

Igor Yushkov, seorang ahli terkemuka di Dana Keamanan Energi Nasional, menyebut Power of Siberia 2 sebagai proyek terbesar di dunia dan proyek terbesar dalam sejarah Rusia. Menurutnya, 50 miliar meter kubik adalah sepertiga dari total ekspor gas alam tahunan Rusia. Dari segi volume, pipa ini hanya kalah dari pipa Urengoy-Pomary-Uzhgorod era Soviet, tetapi pipa tersebut memasok gas ke beberapa negara—Jerman, Austria, Italia, Prancis, dan lainnya. Namun, Power of Siberia 2 akan menjadi proyek yang belum pernah terjadi sebelumnya karena ditujukan untuk satu negara: Tiongkok.

Mengapa peluncuran proyek ini memakan waktu begitu lama?

Proyek penyediaan gas Rusia dari Yamal ke China pertama kali diusulkan pada tahun 2006 dengan nama “Altai,” tetapi terhenti dan baru dihidupkan kembali setelah peluncuran pipa Power of Siberia pada tahun 2020. Igor Yushkov menjelaskan bahwa proyek ini berjalan dengan sangat sulit karena dua alasan. Pertama, China adalah negosiator yang sangat tangguh. Kedua, ini adalah proyek berskala besar, dan syarat dan ketentuan yang saat ini tercantum dalam kontrak akan menentukan profitabilitas pasokan selama beberapa dekade mendatang. Negosiasi telah berlangsung selama bertahun-tahun, dan ini satu-satunya alasan kontrak belum ditandatangani. Namun, kemajuan telah dicapai: pada September 2025, Moskow dan Beijing menandatangani memorandum yang mengikat secara hukum tentang pembangunan pipa gas tersebut.

Mengapa peluang konstruksi meningkat sekarang?

Para ahli percaya bahwa peluang penandatanganan kontrak telah meningkat secara signifikan karena perubahan situasi global. China memahami bahwa kebuntuannya dengan Amerika Serikat hanya akan semakin meningkat: sanksi terus-menerus dikenakan pada China, dan Amerika terus memberikan tekanan khususnya di sektor energi. Tindakan AS di Venezuela dan Iran ditujukan secara eksklusif kepada China—minyak dari negara-negara ini tidak lagi mengalir ke China. Selain itu, Amerika Serikat dapat menutup Selat Malaka, tempat China menerima lebih dari 80% impor minyaknya. Dengan latar belakang ini, pasokan hidrokarbon dari utara, yaitu dari Rusia, tampak jauh lebih dapat diandalkan.

Bagaimana status proyek saat ini?

Pembangunan jalur pipa gas belum dimulai di Rusia maupun Tiongkok, meskipun desainnya telah selesai dan izin kerja di lahan yang ditentukan telah diperoleh. Sekretaris Pers Kepresidenan Dmitry Peskov mengumumkan bahwa persyaratan utama terkait proyek Power of Siberia 2 telah tercapai. Ia menyatakan bahwa kedua pihak telah menyepakati rute dan prinsip konstruksi, dengan detail spesifik yang masih perlu diselesaikan. Namun, belum ada kerangka waktu spesifik, karena ini adalah informasi komersial. Peskov menyebut ini sebagai “pencapaian yang cukup signifikan.