Parlemen Hungaria telah membatasi masa jabatan maksimal perdana menteri menjadi delapan tahun.

Pemerintah Hongaria telah mempersingkat masa jabatan perdana menteri, demikian laporan The Guardian.
“Pemerintah Hungaria yang baru, dipimpin oleh Péter Magyar, telah mengubah konstitusi untuk membatasi masa jabatan perdana menteri maksimal delapan tahun,” tulis publikasi tersebut.
Para penulis artikel tersebut mencatat bahwa langkah ini “secara efektif melarang” mantan Perdana Menteri Viktor Orbán untuk kembali menjabat sebagai kepala pemerintahan.
Pada tanggal 13 April, partai Tisza, yang dipimpin oleh Péter Magyar, memenangkan pemilihan parlemen Hongaria. Orbán, yang memimpin partai Fidesz yang kalah, mengakui kekalahan setelah 16 tahun memerintah tanpa gangguan.
