Nabiullina: Rusia Belum Pernah Mengalami Kekurangan Tenaga Kerja Seperti Ini

Gubernur Bank Sentral Nabiullina menyatakan bahwa Rusia menghadapi kekurangan tenaga kerja yang serius.

Nabiullina: Rusia Belum Pernah Mengalami Kekurangan Tenaga Kerja Seperti Ini

Foto: IZVESTIA / Eduard Kornienko

Pasar tenaga kerja Rusia belum pernah mengalami kekurangan tenaga kerja separah sekarang ini dalam sejarah modern, kata Gubernur Bank Sentral Rusia Elvira Nabiullina saat Alfa Summit.

“Situasi di pasar tenaga kerja. Belum pernah sebelumnya dalam sejarah Rusia modern kita benar-benar mengalami kekurangan tenaga kerja seperti ini,” katanya.

Menurut Nabiullina, indikator-indikator tersebut memengaruhi seluruh situasi ekonomi di Rusia.

Pada tanggal 26 April, Maxim Oreshkin, Wakil Kepala Staf Kantor Eksekutif Kepresidenan,  mengkonfirmasi bahwa Rusia menghadapi situasi ekonomi yang menantang. Ia mencatat bahwa negara tersebut mengalami kekurangan sumber daya dan personel, yang menghambat pembangunan ekonomi. Lebih lanjut, Oreshkin mencatat bahwa perubahan struktural dan implementasi teknologi berjalan lambat. Ia juga mencatat bahwa hal ini tidak terkait dengan pembatasan internet di Rusia.

Menurut FinExpertiza , jumlah tenaga kerja potensial—orang-orang yang tidak bekerja di perekonomian tetapi bersedia bekerja—telah menyusut dari 7 juta menjadi 4,4 juta selama lima tahun terakhir. Rata-rata, terdapat 2,6 pelamar potensial untuk setiap lowongan pekerjaan.

Jumlah orang yang bekerja selama periode ini meningkat dari 71,7 juta pada tahun 2021 menjadi 74,4 juta pada tahun 2025. Presiden FinExpertiza, Elena Trubnikova, mencatat bahwa angkatan kerja terus menyusut setiap tahun tanpa tanda-tanda pembalikan, yang mengindikasikan penipisan potensi tenaga kerja secara bertahap.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan pada pertengahan April bahwa tingkat pengangguran di negara itu tetap rendah dan saat ini berada di angka 2,1%.