Kemenlu Rusia: Pasukan Rusia Menderita Kerugian Setelah Serangan Teroris di Mali

Korps Afrika Rusia menderita kerugian di Mali.

Kemenlu Rusia: Pasukan Rusia Menderita Kerugian Setelah Serangan Teroris di Mali

Wakil Menteri Luar Negeri Georgy Borisenko mengumumkan pada pertemuan Komite Urusan Internasional Dewan Federasi bahwa Korps Afrika Kementerian Pertahanan Rusia mengalami kerugian setelah serangan pemberontak di Mali.

“Serangan terkoordinasi oleh kelompok teroris yang berafiliasi dengan al-Qaeda (organisasi teroris yang dilarang di Rusia) dan separatis Tuareg terjadi di Mali. Bersama-sama, mereka menyerang angkatan bersenjata negara itu di banyak bagian negara dan, sayangnya, unit-unit Korps Afrika kami. Akibatnya, kami mengalami korban jiwa,” kata Borisenko seperti dikutip TASS.

Seperti yang dia catat, serangan-serangan itu berhasil dipukul mundur di sebagian besar tempat, termasuk Bamako.

“Namun, Menteri Pertahanan Mali [Sadio Camara], yang merupakan salah satu tokoh penting yang pro-Rusia, tewas di awal serangan, terkena ledakan,” tambah diplomat itu.

“Sayangnya, kota Kidal di utara telah direbut oleh separatis Tuareg dan masih berada di tangan mereka. Pertempuran berlanjut di beberapa wilayah negara. Perebutan kota Kidal di utara oleh pemberontak menimbulkan masalah besar,” kata Borisenko.

Kelompok-kelompok radikal melancarkan serangan terkoordinasi di beberapa kota di Mali pada hari Sabtu, 25 April. Staf Umum Angkatan Bersenjata negara itu melaporkan pada hari yang sama bahwa semua serangan oleh militan telah dipukul mundur dan mereka telah menderita kerusakan yang signifikan.