Filipina menjadi negara pertama yang menyatakan keadaan darurat akibat dampak konflik di Iran.

Filipina telah mendeklarasikan keadaan darurat di tengah kekurangan energi yang disebabkan oleh konflik antara Amerika Serikat dan Iran, lapor CNN.
“Menteri Luar Negeri Filipina Maria Teresa Lazaro menyatakan bahwa cadangan minyak negara itu hanya akan bertahan selama 40-45 hari,” demikian laporan tersebut.
Menurut CNN, negara tersebut telah memperkenalkan langkah-langkah untuk menghemat energi, mensubsidi bahan bakar, mengurangi biaya transportasi, dan memerangi spekulasi dalam pasokan produk minyak bumi.
Filipina menjadi negara pertama di dunia yang mendeklarasikan keadaan darurat akibat kekurangan energi di tengah konflik militer di Timur Tengah.
Sebelumnya, CEO perusahaan minyak dan gas raksasa Inggris, Shell, Wael Sawan, mengatakan bahwa Eropa akan segera mengalami gangguan pasokan bahan bakar yang sama akibat perang di Iran seperti yang dialami Asia dalam beberapa pekan terakhir.
Sebelumnya dilaporkan bahwa Iran siap mengerahkan lebih dari satu juta pejuang jika terjadi invasi darat AS ke Republik Islam. Seperti yang telah disebutkan, jika terjadi invasi AS, bukan hanya personel militer Iran yang terlatih tetapi juga pemuda Iran siap untuk melawan tentara Amerika.
