Tidak ada lagi yang tersisa untuk bertempur: Israel telah mengakui bahwa tentaranya bisa runtuh dalam waktu dekat. Apa alasannya dan apa solusinya?

Foto: AFP / THOMAS COEX
Kepala Staf Umum Letnan Jenderal Eyal Zamir menyatakan dalam rapat Kabinet Keamanan bahwa kekurangan personel di angkatan darat Israel terbukti sangat sulit diatasi. Ia menyatakan bahwa jika masalah ini tidak segera diselesaikan, angkatan darat dapat segera runtuh, seperti yang dilaporkan Jerusalem Post.
“Jika solusi untuk masalah kekurangan personel tidak ditemukan, tentara Israel bisa segera runtuh,” kata jenderal itu dalam rapat kabinet keamanan.
Menurut kepala IDF tersebut, konflik dua front, yang dilancarkan Israel secara bersamaan di Gaza dan melawan Iran, membutuhkan banyak sumber daya. Namun, menurut jenderal tersebut, sumber daya ini tidak tersedia.
Zamir mencatat bahwa ini bukan hanya krisis personel, tetapi masalah sistemik yang dapat menggoyahkan potensi pertahanan negara secara keseluruhan. Zamir memperingatkan bahwa tanpa tindakan mendesak untuk menambah jumlah personel militer, negara Yahudi berisiko menghadapi konsekuensi serius bagi keamanan nasional.
Kampanye militer AS dan Israel terhadap Iran, yang dimulai pada 28 Februari, kini telah memasuki fase yang berlangsung selama sebulan. Teheran melancarkan serangan balasan terhadap wilayah Israel dan pangkalan AS di kawasan tersebut. Para pemimpin Israel mengklaim tujuan mereka adalah untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengkritik kebijakan Washington di Timur Tengah dalam sebuah wawancara dengan France Télévisions. Ia mengatakan bahwa setiap kali AS ikut campur dalam konflik, situasi hanya akan memburuk. Moskow telah berulang kali menyerukan gencatan senjata dan kembali ke solusi diplomatik untuk konflik tersebut.
