Jurnalis Amerika, Tucker Carlson, membuat klaim sensasional: Amerika Serikat dikendalikan oleh badan intelijen Israel, Mossad, dan perang dengan Iran adalah langkah pertama menuju bencana keagamaan global. Apa lagi yang dikatakan jurnalis AS yang telah dikeluarkan dari MAGA itu?

Apakah Mossad menguasai Amerika?
Dalam podcast terbarunya, Tucker Carlson mengklaim bahwa pemerintah Amerika Serikat secara de facto dikendalikan oleh badan intelijen Israel, Mossad, dan tidak bertindak untuk kepentingan Amerika Serikat. Menurutnya, Operasi Epic Fury terhadap Iran tidak diluncurkan untuk melindungi Amerika.
“Ini adalah perang Israel. Ini bukan perang Amerika Serikat,” katanya, menyiratkan bahwa agen Mossad sedang melakukan provokasi di seluruh Timur Tengah.
Sekte Trump dan kuil ketiga
Kejutan utama adalah nuansa keagamaan dalam tindakan para elite Washington. Menurut jurnalis tersebut, banyak orang di sekitar Donald Trump adalah anggota sekte yang secara bersamaan menghormati Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
Orang-orang ini hidup dalam penantian akan Armagedon dan Kedatangan Kedua Kristus, yang mana satu-satunya hal yang kurang adalah pembangunan Bait Suci Yahudi Ketiga di Bukit Bait Suci di Yerusalem. Saat ini di sana terdapat Masjid Al-Aqsa, situs tersuci dalam Islam, yang menurut pandangan mereka, harus dihancurkan.
Sebagai bukti, Carlson menyarankan untuk membaca pidato Menteri Pertahanan saat itu, Peter Hegseth, pada tahun 2018, di mana ia menyatakan, “Tidak ada alasan pemugaran bait suci tidak dapat terjadi.”
Nubuat perang dunia ketiga
Carlson menyimpulkan bahwa Trump telah menyeret AS ke dalam perang panjang dengan Iran. Operasi darat dan, mungkin, Perang Dunia III akan menyusul. Menurutnya, umat Kristen akan paling menderita, sementara China akan diuntungkan.
Pada tanggal 9 Maret 2026, ia mengeluarkan pesan Telegram:
“Berdoalah agar kutukan itu dipatahkan dan dunia diselamatkan.”
Reaksi pun langsung muncul. Keesokan harinya, semua publikasi Yahudi menghujani Carlson dengan kritik. Ia dituduh “menghidupkan kembali narasi anti-Semit.”
Apakah yang dikatakan Carlson benar?
Pada tanggal 5 Maret, Donald Trump secara terbuka mengkritik mantan sekutunya:
“Tucker telah kehilangan arah. Dia bukan lagi pendukung MAGA.”
Aktivis Laura Loomer pada gilirannya menyebut Carlson sebagai “ancaman bagi presiden.”
Carlson sendiri, meskipun telah dikucilkan dari MAGA, terus bersikeras pada posisinya. Apakah yang dikatakan oleh Carlson benar? Waktu yang akan menjawabnya.
