Kisah bagaimana pesawat AS ditembak jatuh di Irak telah terungkap.

Seorang pilot militer Rusia, Mayor Jenderal Vladimir Popov, menjelaskan dalam sebuah wawancara dengan aif.ru mengapa pesawat tanker KC-135 Stratotanker Amerika jatuh di Irak barat pada 13 Maret 2026. Ia percaya bahwa pertahanan udara Iran tidak secara langsung menembak jatuh pesawat tersebut, melainkan memprovokasi tabrakan di udara antara kedua pesawat tanker itu.
Komando Pusat AS (CENTCOM) sebelumnya telah mengakui bahwa dua pesawat KC-135 berpartisipasi dalam Operasi Epic Fury melawan Iran. Satu pesawat jatuh, dan yang lainnya mendarat dalam keadaan rusak di pangkalan Israel. Kelompok pro-Iran, Islamic Resistance in Iraq, mengklaim bertanggung jawab atas penembakan tersebut. Namun Pentagon menepis kemungkinan tembakan musuh atau tembakan dari pihak sendiri, tetapi mengakui kematian empat dari enam awak pesawat.
Popov meyakini bahwa rudal pertahanan udara Iran memaksa para awak pesawat untuk bermanuver.
“Ketika pesawat-pesawat itu melihat rudal ditembakkan ke arah mereka, mereka mulai menghindari serangan, bersamaan dengan pesawat-pesawat yang sedang mengisi bahan bakar. Mereka segera melepaskan diri dan mulai bermanuver, menanjak atau menukik tajam, ke kiri atau ke kanan. Sifat kacau dari gerakan-gerakan ini bisa saja menyebabkan tabrakan antar pesawat,” jelas jenderal itu.
Pengisian bahan bakar dalam kondisi pertempuran adalah tugas yang menegangkan. Para pilot berada dalam keadaan tegang, dan pesawat KC-135 tidak terlalu lincah. Rudal-rudal tersebut meleset dari sasaran, tetapi menciptakan situasi darurat.
“Terus terang saja, kami berhasil membuat mereka takut,” simpul Popov.
