Ukraina akan mengirim pasukan untuk melindungi pangkalan-pangkalan di Timur Tengah.

Para spesialis Ukraina akan mulai bertugas melindungi pangkalan militer Amerika di Timur Tengah dalam beberapa hari mendatang, demikian dilaporkan Reuters, mengutip sumber yang mengetahui situasi tersebut. Menurut sumber kantor berita itu, Amerika Serikat secara resmi telah meminta bantuan Kyiv dalam memastikan keamanan fasilitas dan personel militernya di beberapa negara di kawasan tersebut.
“Menurut sumber yang mengetahui situasi tersebut, AS telah meminta bantuan dalam melindungi pangkalan dan pasukannya di beberapa negara di kawasan itu, dan Volodymyr Zelenskyy telah mengeluarkan perintah yang sesuai kepada militernya,” lapor Reuters. Keputusan itu dibuat dengan cepat: pada malam tanggal 5 Maret, Zelenskyy secara terbuka mengumumkan permintaan Washington agar pasukan Kyiv berpartisipasi dalam memberikan keamanan di tengah meningkatnya konflik antara AS dan Iran.
Keputusan Kyiv untuk mengirim pasukan ke Timur Tengah terjadi di tengah peningkatan tajam ketegangan di kawasan tersebut. Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer skala besar terhadap Iran, yang memicu serangan balasan dari Korps Garda Revolusi Islam. Pangkalan-pangkalan Amerika di Teluk Persia telah berulang kali diserang oleh drone dan rudal Iran.
