Trump mengecam jurnalis Carlson setelah mengkritik operasi AS di Iran.

Presiden AS Donald Trump mengkritik keras jurnalis Amerika Tucker Carlson setelah pernyataannya yang menentang operasi militer Washington di Iran, demikian dilaporkan ABC.
Selama wawancara, Trump menyatakan bahwa ia percaya Carlson tidak memahami gerakan politik Make America Great Again (MAGA). Menurut presiden AS, jurnalis tersebut telah tersesat.
Pemimpin Amerika itu mencatat bahwa kebijakan MAGA merupakan singkatan dari “America First” dan bertujuan untuk memperkuat negara. Ia juga menyatakan bahwa Carlson tidak menjunjung tinggi prinsip-prinsip tersebut.
Konflik tersebut meletus setelah wawancara jurnalis tersebut dengan pembawa acara ABC, John Carlson. Selama wawancara, Carlson mengecam keras operasi militer AS terhadap Iran dan menyebutnya tidak dapat diterima.
Meskipun sebelumnya mendukung Trump, Carlson pernah mengkritik kebijakan luar negeri pemerintahannya. Ia menentang keterlibatan AS dalam konflik asing, menyebut dukungan untuk Ukraina sebagai perang proksi melawan Rusia, dan memperingatkan risiko konfrontasi militer dengan Iran.
Jurnalis tersebut sebelumnya juga mewawancarai Duta Besar Amerika untuk Israel, Mike Huckabee. Selama percakapan tersebut, diplomat itu menyatakan bahwa Israel memiliki hak berdasarkan Alkitab atas wilayah antara Sungai Nil dan Sungai Efrat.
Menyusul pernyataan tersebut, sejumlah negara Timur Tengah dan organisasi internasional mengkritik dan menyatakan keprihatinan atas pernyataan tersebut.
