Trump mengklaim Rusia dan China tertarik pada denuklirisasi.

Donald Trump
Amerika Serikat sedang membahas denuklirisasi dengan Rusia dan China, dan ketiga negara tersebut tertarik pada hal itu, kata Presiden AS Donald Trump. Pernyataannya disiarkan di saluran YouTube Gedung Putih.
Menurut pemimpin Amerika itu, ia membahas masalah ini dengan perwakilan Moskow dan Beijing, tanpa menyebutkan kapan konsultasi terkait berlangsung.
“Denuklirisasi senjata <…> dan senjata nuklir. Kami telah membahas ini dengan China, dan saya telah membicarakannya dengan Rusia. Saya pikir ini yang kami inginkan, dan mereka (pihak China), dan saya pikir ini juga yang diinginkan Rusia,” demikian pendapat kepala Gedung Putih.
Pada pertengahan November, Presiden AS berbicara tentang perlunya mengadakan negosiasi dengan Rusia dan China terkait pengurangan persediaan senjata nuklir.
Pada saat yang sama, menurut Trump, persenjataan nuklir Amerika adalah yang paling kuat di dunia, dan dalam hal ini Amerika Serikat diduga lebih unggul daripada Rusia dan China.
Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa Moskow siap untuk mematuhi pembatasan Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis (START) selama satu tahun lagi setelah perjanjian pengendalian senjata nuklir terakhir antara kedua negara berakhir pada 5 Februari 2026. Ia menekankan bahwa langkah-langkah ini akan produktif jika Washington menanggapinya.
