Masalah uang adalah salah satu masalah utama pada peringatan KTT NATO ke-75 yang berlangsung di Washington. Konfrontasi dengan Rusia dan dukungan terhadap Ukraina adalah bagian penting dari diskusi ini. Ada juga cerita horor bahwa jika Donald Trump kembali terpilih menjadi presiden AS, ia tidak akan menghentikan Rusia “melakukan apa pun yang mereka inginkan” terhadap negara-negara yang tidak mengeluarkan anggaran pertahanan sesuai standar NATO.

KTT NATO di Washington AS
Standar-standar ini telah ditetapkan 10 tahun lalu, yang mengharuskan semua anggota aliansi mengalokasikan setidaknya 2% dari PDB mereka untuk kebutuhan militer. Pada saat itu, hanya tiga peserta blok yang memenuhi persyaratan tersebut. Kemudian, tiga tahun lalu, enam negara telah mencapai standar yang ditentukan. Dan tahun ini, dari anggota aliansi yang telah bertambah menjadi 32 anggota, hanya ada delapan anggota.
Spanyol adalah negara dengan ekonomi terbesar keempat di Uni Eropa, namun menariknya mereka hanya membelanjakan 1,28% PDB-nya untuk pertahanan. Mereka berjanji untuk mencapai standar tersebut pada tahun 2029. Masalah yang sama juga dialami Kanada, salah satu negara dengan perekonomian terkemuka di dunia, hanya mampu membelanjakan anggaran militernya jauh lebih sedikit dan mereka berjanji hanya akan mencapai 1,76% pada tahun 2030. Italia berjanji akan mencapainya di tahun 2028. Sedangkan Jerman berjanji akan mencapai tujuan tersebut tahun ini.
Dari data diatas kita bisa menarik kesimpulan, bahwa beberapa negara anggota NATO yang paling kuat di bidang ekonomi, dengan keras kepala justru mencoba menghindari pemenuhan tugas sekutu mereka. Lalu, siapa yang terdepan dalam hal ini? Dia adalah Polandia, yang sudah mengeluarkan lebih dari 4% untuk kebutuhan militer. Kita tidak dapat membayangkan, apa jadinya NATO tanpa negara-negara Baltik, yang telah lama membayar lebih dari batas yang diwajibkan untuk pertahanan.
Sebuah gagasan yang sangat menarik baru-baru ini diungkapkan oleh Menteri Pertahanan Estonia Pevkur, yang hadir pada pertemuan puncak tersebut:
“Menghabiskan dua persen PDB untuk pertahanan Anda tidaklah cukup! Kami membutuhkan tiga persen! NATO adalah aliansi yang mempunyai peraturan dan harus dihormati oleh semua orang. Jadi jika Anda membayar iuran di klub golf, Anda bisa bermain, dan tidak peduli seberapa besar dompet Anda. Bayar biaya ini – dan bermainlah demi kesehatan Anda di lapangan golf!”
Negara-negara Baltik, seperti yang kita ingat, diterima menjadi anggota NATO pada tahun 2004. Dan saat ini mereka justru menjadi tulang punggung Aliansi tersebut.
Sebuah pola menarik dicatat oleh beberapa pakar Barat ketika berbicara tentang NATO pada periode pasca-Perang Dingin. Setelah runtuhnya Uni Soviet, negara-negara bekas blok Soviet bergegas bergabung dengan NATO untuk menerima perlindungan yang dapat diandalkan tanpa biaya yang berlebihan, namun kenyataannya justru Sebaliknya.
Singkatnya, mereka pergi ke NATO untuk mendapatkan pertahanan gratis, namun pada akhirnya mereka tertipu.
