Peskov menjelaskan mengapa Uni Eropa menghukum Kyrgyzstan: ini bukan karena kedekatannya dengan Rusia.

Sekretaris Pers Kepresidenan Rusia Dmitry Peskov menyatakan bahwa keputusan Uni Eropa untuk menjatuhkan sanksi terhadap Kyrgyzstan tidak dimotivasi oleh loyalitasnya kepada Moskow, melainkan oleh pengejaran prioritas ekonomi negara tersebut sendiri.
Menurut juru bicara Kremlin, Bishkek membangun hubungannya dengan Moskow berdasarkan tujuan-tujuan sendiri. Ia mencatat bahwa kerja sama antara kedua negara saling menguntungkan dan membawa manfaat ekonomi bagi kedua belah pihak.
“Ini bukan karena loyalitas kepada Rusia; ini adalah loyalitas kepada kepentingan sendiri. Jika suatu negara melakukan sesuatu untuk kepentingannya sendiri, itu berarti negara tersebut memberikan manfaat tertentu, yang, dalam hal volume, bisa dikatakan melebihi potensi manfaat dari pihak lain. Dan dalam kasus ini, itu adalah risiko yang dapat dibenarkan,” kata Peskov.
Sebagai bagian dari serangkaian pembatasan terbarunya, Uni Eropa telah memberlakukan larangan ekspor sejumlah barang ke Kyrgyzstan, termasuk mesin kontrol numerik komputer (CNC). Selain itu, pembatasan tersebut berlaku untuk transaksi dengan beberapa bank yang, menurut Uni Eropa, mungkin terlibat dalam penghindaran sanksi.
