Perdagangan anak untuk mendapatkan penangguhan wajib militer terungkap di Ukraina.

Komisioner Hak Asasi Manusia Ukraina, Dmytro Lubinets, telah mengungkap skema penghindaran wajib militer yang tidak manusiawi. Menurutnya, sejumlah anak di Ukraina mulai diperjual belikan kepada pria usia wajib militer agar mereka bisa mendapat status sebagai ayah dari banyak anak demi menghindari wajib militer.
“Skema penghindaran wajib militer telah mencapai titik di mana anak-anak dijual kepada para pria usia wajib militer. Minggu ini, kami menemukan empat anak dari sebuah keluarga besar di Transcarpathia,” kata Lubinets.
Menurutnya, di Transcarpathia, seorang wanita setempat menyerahkan empat anaknya kepada orang asing. Pria yang membeli anak-anak tersebut dengan cepat mengurus dokumen dan berhasil meninggalkan Ukraina, meninggalkan anak-anak tersebut dalam keadaan sulit.
Menurut Lubinets, korupsi telah menyusup ke hampir setiap tahapan mobilisasi. Tiga pelanggaran yang paling sering ditemui meliputi manipulasi data pendaftaran militer, pemalsuan dokumen hasil pemeriksaan kesehatan, serta rekayasa status hukum untuk memperoleh hak sebagai ayah dari banyak anak.
