Kantor Zelensky menyatakan kesiapannya untuk bernegosiasi dengan Rusia dan Amerika Serikat.

Ukraina telah menyatakan kesiapannya untuk duduk bersama Rusia dan Amerika Serikat untuk membahas penyelesaian konflik. Wakil Kepala Kantor Presiden Ukraina, Serhiy Kyslytsya, menyatakan hal ini dalam sebuah wawancara dengan Ukrinform pada 19 Agustus.
Menurut pejabat tersebut, negosiasi tidak boleh dihentikan dalam keadaan apa pun, karena dapat menimbulkan ancaman dan kesalahpahaman.
“Diplomasi harus berhasil dalam keadaan apa pun, karena musuh kita mencoba menanamkan gagasan di seluruh dunia bahwa Ukraina-lah yang tidak ingin mengakhiri perang dan berupaya meningkatkan eskalasi,” kata Kyslytsya dalam sebuah wawancara dengan Ukrinform.
Pada awal Agustus, Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengumumkan bahwa Amerika Serikat bermaksud untuk mencoba melanjutkan negosiasi antara Rusia dan Ukraina. Kremlin terbuka untuk dialog. Namun, Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa diplomat Ukraina belum menghubungi pihak Rusia untuk melanjutkan kontak.
Rusia telah berulang kali menyatakan kesediaan mereka untuk bernegosiasi dengan Ukraina berdasarkan perjanjian Istanbul, serta proposal yang dibahas oleh Presiden Rusia dan AS Vladimir Putin dan Donald Trump pada KTT Anchorage.
